10 Tips Mengatasi Kurang Tidur di Kantor

10 Cara Mengatasi Kurang Tidur di Kantor

Siapakah yang belum merasa kurang tidur ketika bekerja di kantor? Saya fikir, hampir semua pekerjaan pernah mengalaminya. Apakah dengan menguap sepanjang hari, sampai tertidur di meja kerja. Efeknya tentunya produktifas yang terganggu, dan potensial dimarahi oleh atasan tentunya.

Sebagai seorang pekerjaan kantoran, yang terkadang malam hari kurang tidur, entah karena tidak bisa tidur atau misalnya habis pulang kampung. Saya biasa menggunakan kereta api untuk balik ke Jakarta, dan sampai Stasiun Senen ini biasanya jam 03:00, hari senin. Padahal hari itu harus langsung kerja. Dan berikut adalah 10 tips mengatasi kurang tidur di kantor.

1. Naikkan suhu ruangan sampai anda merasa nyaman. Kondisi ruangan dingin membuat tubuh merasa ikut dingin dan dapat menyebabkan tubuh memberikan respon mengantuk, oleh karena itu ubahlah suhu ruangan (Jika menggunakan AC) naik senyaman mungkin, bisa 24 derajat atau 25 derajat

2. Pakailah baju yang hangat. Untuk mengurangi efek AC, dan biasanya tubuh akan merasa meriang jika dalam keadaan kurang tidur, maka pakai jaket atau sweeter. Ini akan membantu supaya tubuh anda tetap hangat dan terlindungi.

3. Buatlah minuman hangat. Membuat minuman hangat tidak ada salahnya, jika anda kekurangan tidur. Minuman ini bisa Jahe, Kopi atau Teh sesuai dengan selera anda. Jahe membantu membuat tubuh anda hangat kembali dan juga dapat mengurangi gejala meriang. Sedangkan kopi memiliki bahan aktif kafein yang bisa membantu anda terjaga. Pilihlah kopi yang sesuai dengan selera anda. Namun untuk konsumsinya harusnya dibatasi dikarenakan efek kafein dapat bertahan selama lebih dari 8 Jam.

4. Manfaatkan waktu istirahat untuk tidur. Jika sudah saatnya istirahat, maka selain makan dan ibadah, lanjutkan untuk tidur. Tidur siang ini membantu minimal mengurangi rasa kantuk anda. Jika memungkinkan tidurlah dengan posisi tidur, dan bukan bersandar pada kursi atau meja. Namun jika tidak memungkinkan maka atur senyaman mungkin untuk posisi tidurnya.

5. Atur pekerjaan secara kontinyu. Jika anda posisi kurang tidur dan tidak ada pekerjaan yang kontinyu, maka kemungkinan mengantuk lebih besar. Oleh karena itu atur jadwal pekerjaan anda dapat dikerjakan sepanjang waktu.

6. Pilih musik yang bersemangat. Pilihan musik sedikit menentukan, apakah mellow yang membawa mengantuk atau musik rock atau yang lainnya yang dapat membuat anda tetap terjaga dan tidak mengantuk.10 Cara Mengatasi Kurang Tidur di Kantor

7. Minumlah air putih yang cukup. Minum air putih yang cukup dapat membantu metabolisme, termasuk mengatur detak jantung agar lebih stabil dikarenakan tubuh kurang istirahat. Minum air putih ini diusahakan tidak dingin, namun hangat sehingga lebih enak di konsumsi. Namun jika anda kurang suka terhadap air hangat, maka diusahakan tidak terlalu dingin. Air yang dingin justru dapat memperlambat metabolism.

8. Berjalan-jalan lah ke ruangan atau tempat kerja yang lain. Bawa tubuh untuk tetap aktif, namun tidak dipaksakan. Berjalanlah ke ruangan yang lain untuk mendapatkan suasana yang lain sehingga tidak bosan. Pilihlah datangi rekan kerja, walaupun koordinasi bisa dilakukan dengan telepon.

9. Berjalan keluar dari kantor. Jika memungkinkan berjalanlah keluar kantor atau gedung untuk mendapatkan suasana baru dan jarak panjang yang lebih jauh. Keluar ini tidak harus lama, misalnya sambil makan siang diluar, atau ibadah di luar gedung. Keluar kantor ini tidaklah harus lama, namun 15 sudah cukup membuat anda lebih fresh lagi.

10.Bercanda n men gobrol dengan rekan kerja. Ini merupakan aktivitas yang mudah di dapatkan. Ajaklah mengobrol dan bercanda dengan rekan kerja, namun tetap dalam konteks pekerjaan ya. Dan diusahakan tetap tahu situasi, tidak boleh mengganggu rekan yang sedang sibuk mengerjakan pekerjaanya.

Jika sudah berhasil untuk tidak tertidur di kantor ini, setelah pulang usahakan untuk segera pulang ke rumah atau kost. Setelah semua ketika penting sudah selesai semisal mandi dan makan makan, segeralah pergi ke kamar tidur. Jauhkan gangguan yang mungkin dapat mengganggu tidur anda, seperti bunyi handphone, atau misalnya lampu yang masih menyala. Tidurlah dengan cukup sehingga besok dapat bangun dengan fresh dan siap kerja lagi. Tetap menjaga kesehatan dan tetap produktif dalam bekerja.

Simpan dan Sebarkan Informasi Uji Kompetesi Guru 2015

Surat Edaran Kementerian Pendidikan tentang Uji Kompetensi Guru tahun 2015Yes, barang kali ini menjadi sebuah berita gembira bagi guru, baik yang sudah tersertifikasi maupun yang belum tersetifikasi, terkait dengan surat edaran Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan bahwa akan di selenggarakan Uji Kompetensi Guru Tahun Ajaran 2015.

Dari Surat edaran tersebut disampaikan bahwa pertengahan bulan November 2015. Bagi yang berprofesi menjadi guru, silahkan di siapkan untuk menghadapi Uji Kompetensi Guru ini yang rencananya akan dilaksanakan baik secara online maupun offline tergantung dari kesiapan dari tempat uji kompetensi. Materi yang akan di ujikan adalah Kompetensi Pedagogik dan Kompetensi Profesional.

Pendidikan 1

Tujuan dari Uji Kompetensi Guru ini adalah sebagaimana yang disebutkan dalam edaran bahwa untuk memetakan kompetensi pedagogic dan professional dari guru. Sedangkan goal yang ingin di capai adalah rata-rata nilai kompetensi guru pada tahun 2019 sebesar 8.0, sedangkan aktual pada UKG tahun 2002 adalah 4.7.

Disini saya tidak akan membahas kisi-kisi atau latihan soal untuk UKG, namun ingin membahas yang lebih filosofis. Guru adalah sebuah profesi, oleh karena itu dalam menjalankan tugasnya maka akan disyaratkan baik itu standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru, ini dibahas tersendiri di dalam Peraturan menteri pendidikan nasional No 16 Tahun 2007.

Standar kualifikasi akademik inilah yang pertama harus di penuhi, misalnya untuk profesi guru ini minimal lulusan D IV atau S1, ini berlaku dari PAUD sampai dengan guru SMA. Oleh karena itu banyak Pemerintah berusaha mendorong semua guru untuk melanjutkan ke S1 dan juga banyak program-program bantuan pendidikan (Beasiswa) bagi yang akan melanjutkan studinya. Walaupun ini belum sepenuhnya merata dikarenakan banyaknya jumlah guru yang ada di seluruh Indonesia. Oleh karena itu jika memang diantara rekan-rekan dalam posisi menjadi profesi guru, belum bersertifikasi, belum menjadi PNS, hanya mendapatkan gaji yang dari BOS yang kadang jumlahnya tidaklah memadai, itu bukan karena pemerintah tidak peduli, namun dikarenakan keterbatasan kemampuan (anggaran) dari pemerintah. Event walaupun saya bukan seorang guru, tapi saya cukup memahami bagaimana kondisi profesi guru jika dalam kondisi yang tadi saya sebutkan.Pendidikan 2

Selanjutnya selain menjadi kualifikasi akademik, ada namanya kompetensi guru. Apasih urgensinya kompetensi tersebut untuk guru? Kompetensi mudahnya adalah skill, knowledge, attitude dan kecakapan yang dapat diukur guna menjalankan pekerjaan tertentu. Guru demikian pula, sebagai pekerjaan yang standar kompetensi guru. Apa saja sih yang disyaratkan pemerintah pada guru ini, yakni kompetensi pedagogic, sosial, professional dan kepribadian. Ini yang jamak tentunya sudah pernah disampaikan kepada guru-guru. Point utama yang perlu di catat adalah, semua kompetensi tersebut harus dapat diukur. Jika tidak dapat diukur maka itu bukanlah kompetensi.

Pemerintah pada Uji Kompetensi Guru ini hanya mengukur untuk kompetensi Pedagogik dan Profesional. Kenapa harus di ukur sih kompetensi ini? Kompetensi ini merupakan salah satu faktor performance dari guru dalam menjalankan tugasnya. Sederhananya bagaimana seorang guru tersebut dapat perform dalam mengajar tidak gurunya tidak kompeten. Walaupun dalam teori ada banyak faktor yang membuat seseorang itu memiliki performance yang tinggi dalam bekerja, namun kompetensi ini adalah salah satu modal dasar untuk mendapatkan guru yang memiliki kinerja yang tinggi.

Masing-masing guru tentunya memiliki kompetensi yang berbeda, oleh karena itu pemerintah dalam hal ini kementrian pendidikan memetakan kompetensi guru. Pemetaan ini untuk mendapatkan data yang akurat berkaitan dengan kompetensi guru yang diukur. Jika di tahun 2012 rata-rata nilai UKG adalah 4.7, bisa anda bayangkan sendiri bagaimana distribusi dan kesenjangan akan kompetensi guru di Negara kita ini cukup tinggi. Padahal untuk nilai standar UKG adalah 7. Secara angka, kita dapat bayangkan bagaimana kualitas guru kita secara keseluruhan.

Setelah di dapatkan gap yang cukup besar inilah, Kementerian Pendidikan memberikan pengembangan guru dengan harapan kompetensinya nantinya meningkat. Oleh karena itu tahun 2015 ini diukur lagi. Bentuk dari pengembangan ini adalah bisa pelatihan atau diklat baik secara tatap muka atau online jika memungkinkan. Dan tentunya akan berbeda untuk guru yang memiliki nilai tinggi dengan guru yang memiliki nilai rendah.school-teacher-148135_1280

Jika yang lulus sertifikasi, tentunya ada penghargaan secara nominal, oleh karena itu pemerintah menganggarkan lebih untuk guru yang sudah lulus sertifikasi. Tentunya banyak yang protes berkaitan dengan yang ini. Baik itu terkait dengan sistem pelaksanaan sertifikasi, persyaratan, ataupun kontrol dari kementrian pendidikan. Ada yang mengusulkan juga, kenapa tidak anggaran untuk pemberian penghargaan nominal ini bagi guru yang berkompeten dialihkan saja untuk guru honorer yang gajinya tragis. Barangkali ini yang banyak menjadi seolah-olah ketidak adilan. Apalagi mengingat jumlah PNS dan Non PNS yang sudah Sertifikasi jauh jika dibandingkan dengan Guru Honorer.

Hal ini perlu di luruskan, bahwa dalam pengembangan guru, harus ada pembeda baik itu yang berkompeten atau belum kompeten. Yang belum kompeten di kembangkan untuk menjadi kompeten, yang sudah kompeten ditingkatkan lagi nilainya. Oleh karena itu target Kementerian Pendidikan ingin menaikkan nilai Kompetensi Guru menjadi 8 pada tahun 2019. Logika sederhananya, apakah mungkin sebuah perusahaan akan membayar sama terhadap karyawan yang memiliki kompetensi yang berbeda? Tentunya tidak. Sertifikasi ini adalah bentuk pengakuan bahwa guru tersebut layak atau memenuhi syarat untuk menjadi guru. Apakah yang nilainya kurang tersebut dapat disebut belum berkompeten? Ya bisa, acuannya adalah bukan pintar atau bodoh, yang lain, namun kepada standar kompetensi guru yang disyaratkan tadi. Jadi jika banyak yang menggunjing bahwa guru si X padahal gini, gitu, dsb kok bisa lulus sertifikasi? Ya kalau persyaratan dan nilainya masuk ya tetap ybs adalah guru yang berkompeten. Terus yang belum bisa ikut UKG gimana dong? Ya itu artinya anda belum memenuhi syarat, walaupun kamu pintar. Sederhana kan.

Program sertifikasi guru ini menurut hemat saya adalah sudah sesuai konsep pengembangan karyawan yang selama ini saya geluti, walaupun banyak teknis yang harus dikontrol dan dikendalikan, misalnya berkaitan dengan proses peryaratan, fake data persyaratan, kualitas alat ukur kompetensi, dan penyusunan kompetensi. Namun secara alur development menurut saya sesuai. Guru baik itu PNS maupun Honorer disiapkan untuk memenuhi persyaratan ikut UKG, terus mengikuti UKG, hasilnya adalah Guru Tersertifikasi atau Guru belum tersertifikasi. Bagi yang belum tersertifikasi akan mendapatkan pelatihan dan diklat untuk memenuhi kompetensinya, sehingga apabila diadakan UKG lagi dapat lolos. Sedangkan jika guru sudah dinyatakan kompeten semua, maka tugas Kementerian Pendidikan adalah menaikkan nilai rata-rata dari kompetensi guru. Sehingga harapannya makin kompeten guru, akan menghasilkan peserta didik yang lebih berkualitas lagi. Bukan pekerjaan sederhana namun dengan sistem yang dibangun saat ini, saya fikir pendidikan di Indonesia akan semakin maju. Bravo Pendidikan Indonesia.

Catat, Inilah Buah yang Membuat Kulit Lebih Sehat

Buah Stroberi dan jerukMemiliki kulit yang berseri merupakan dambaan setiap wanita, baik muda, dewasa maupun sudah tua. Baik yang memiliki kulit putih, sawo matang, ataupun gelap. Jika warna kulit tidaklah bisa dirubah, misalnya dari sawo matang ke putih karena pada dasarnya warna di dasarkan pada pigmen yang merupakan turunan gen dari orang tua. Namun untuk membuat kulit lebih sehat atau kinclong hal tersebut sangatlah mungkin.

Lihat iklan di TV, hampir setiap hari ada saya produk untuk perawatan kulit baik yang harganya mahal sampai yang murah. Perawatan kulit merupakan sebuah industry yang besar, termasuk di Indonesia. Namun karena tidak cukupnya informasi mengakibatkan bahwa wanita yang salah memilih produk perawatan kulit. Entah itu mengandung bahan yang berbahaya, seperti Mercury , Logam berat lainnya, ataupun karena resistensi kulit terhadap zat kimia tertentu yang ada di dalam bahan produk pabrikan.

Di era sekarang, mulai banyak yang mencoba konsep untuk back to nature, baik itu untuk menjaga kesehatan secara umum dan kesehatan kulit pada khusus. Back to nature ini salah satunya adalah bisa mengkonsumsi buah-buahan untuk perawatan kulit. Konsep ini mulai naik di kalangan muda urban, yang barangkali sudah mulai bosan atau mulai sadar akan efek samping yang dapat di timbulkan oleh produk pabrikan.

Konsep back to nature memang tidaklah bisa menghilangkan keseluruhan kebutuhan dan ketergantungan akan produk pabrikan. Namun ada baiknya mengurangi ketergantungan tersebut dengan mencari alternatif lain yang barangkali tidak terpikirkan dan ada banyak di sekitar lingkungan.

Memang hasilnya tidaklah secepat ketika anda menggunakan produk pabrikan, namun untuk jangka panjang, hasilnya tentu dapat dibedakan, perawatan kulit dengan bahan alami akan menjadikan kulit lebih berseri dibandingkan dengan pabrikan. Dan juga tingkat resistensi kulit terhadap buah-buahan tentunya sangat kecil, jadi lebih aman. Terus, buah-buahan apa saja sih yang dapat membantu untuk perawatan kulit ini? Berikut lengkapnya

  1. Stroberi dan Jeruk. Stroberi memiliki kandungan vitamin C yang tinggi, bahkan kandungannya melebihi jeruk. Vitamin C yang tinggi sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas yang dapat merusak sel kulit. Selain Stroberi, jeruk merupakan buah yang mudah kita temui, murah, namun memliki kandungan yang hebat, dengan memiliki kandungan Vitamin C. Selain melawan radikal bebas, jeruk juga bisa dapat membuat kulit anda terlebih bersih dan bersinar. Banyak varian jeruk, dari jeruk lemon, jeruk mandarin maupun jeruk, manis, nipis, atau limau, sama-sama miliki kandungan Vitamin C yang baik untuk anda.Pisang dan Apel
  1. Pisang dan Apel. Dua buah ini tentunya mudah untuk di dapatkan dimana-mana. Baik pasar tradisional maupun pasar modern. Pisang memiliki kandungan lemak alami dan protein yang kompleks yang dapat menghaluskan dan melembutkan kulit. Sedangkan apel, baik itu apel lokal, misalnya apel malang, atau apel import memiliki kandungan yang tidaklah ringan. Apel memiliki kandungan Pektin yang menjadi salah satu yang dapat mengurangi jerawat anda. Selain itu juga apel memiliki kandungan tonik yang dapat mengencangkan sel-sel kulit, sehingga membuatnya tanpa lebih berseri.Pepaya dan Persik
  1. Pepaya dan Persik . Sebagaimana diketahui jika papaya memiliki kandungan Vitamin A yang tinggi. Fungsi Vitamin A sebagai salah satu bahan untuk regenerasi kulit. Selain itu juga papaya memiliki kandungan tonik yang alami. Sedangkan buah persik memiliki kandungan yang kaya untuk pelembab. Sehingga dapat membuat lebih lembab dan tidak cepat kering, sehingga cocok di konsumsi di Negara tropis. Produk pabrikan banyak yang menawarkan pelembab, padahal di dalam satu buah ini, masalah tersebut dapat diatasi.Kiwi dan Persik
  1. Kiwi dan Delima. Buah kiwi, memang buah import, namun tidak salahnya dapat dikonsumsi dikarenakan kandungan didalamnya yang kaya akan pektin dan serat, sehingga dapat membantu membuat lebih bersih dan sehat. Selain itu, pektin dapat membantu untuk mencegah keriput sebelum waktunya dan juga dapat mencegah titik-titik noda yang membuat tidak nyaman. Sedangkan delima adalah salah satu warisan nusantara yang buahnya belum seterkenal bulan lainnya, namun memiliki kandungan yang tidaklah dianggap sepele, buah ini memiliki kandungan antioksidan yang tinggi, sehingga dapat melawan radikal bebas. Selain itu mengkonsumi delima dapat mencegah jerawat dan juga mencegah keriput sebelum waktunya.

Kemudian bagaimana sih untuk mengkonsumsi buah yang benar sehingga manfaatnya secara maksimal didapatkan? Ini merupakan pertanyaan yang penting, karena mengkonsumsi buah secara asal-asalan tentunya akan berpengaruh terhadap manfaat yang akan di dapatkan.

  1. Mencuci buah yang benar, ketika akan mengkonsumsi buah, pastikan bahwa buah yang akan di makan tersebut bersih. Mencucinya adalah dengan air hangat. Usahakan dicuci dengan air mengalir sehingga tidak ada residu yang memungkinkan menempel lagi di buah.
  1. Makan buah yang benar. Untuk buah yang tadi disebutkan di atas, dapat dimakan satu persatu terpisah dari lainnya. Namun juga dapat di gabungkan misalnya kiwi dengan apel. Untuk proses penyajian tergantung selera apakah itu di makan langsung atau di buat jus. Ketika dibuat jus, usahakan tidak di tambahkan gula, karena gula justru bisa memberikan efek lain yang tidak diinginkan, misalnya kegemukan. Gula di dalam buah sudah cukup dan tidak perlu di tambahkan gula tambahan lainnya.
  1. Waktu makan yang benar. Untuk makan buah ada yang menanyakan, apakah sebelum atau sesudah makan. Lebih baiknya untuk penyerapan maksimal, tidak digabungkan dengan makan besar lainnya. Jadi bisa dilakukan minimal 30 Menit sebelum makan atau sesudah makan.

Tumbuhkan gerakan untuk back to nature, kembali kepada pemanfaatan bahan-bahan alami di sekitar kita, ingat kita bukan di planet mars yang misalnya harus ada ekstrak bahan-bahan menjadi pil, tablet atau krim untuk perawatan, jika ternyata ada banyak bahan alami yang tidak perlu diolah oleh pabrikan menjadi tablet. Kemudian, coba anda pikir misalnya krim pengecang kulit pabrikan yang katanya mengandung buah apel. Kira-kira kandungan lebih banyak mana antara produk pabrikan dengan 3 buah apel yang dikonsumsi. Tentunya lebih banyak buah apel alami, belum lagi harganya. Sebarkan artikel ini, semoga bermafaat.

Mengenal Tes Psikologi

Tes Psikologi
Tes Psikologi

Banyak yang bertanya kepada saya sebagai seorang lulusan S1 Psikologi tentang tes yang ada di psikologi dan kegunaannya. Mereka menganggap bahwa jika saya adalah lulusan Psikologi maka akan tahu tentang tes psikologi. Event bahasan ini hanya sedikit sekali di berikan ketika S1, namun bukan berarti saya tidak bisa memberikan sedikit penjelasan. Banyak yang menyampaikan juga bahwa ilmu ini sengaja disembunyikan entah karena alasannya kode etik atau memang tidak ingin tes ini diketahui oleh banyak orang sehingga kegunaannya tidaklah valid lagi. Namun prinsip saya adalah, yang tidak boleh di sharing adalah alatnya atau cara mengerjakannya, bukan ilmunya. Barang kali ini bisa berbeda dengan pandangan yang lainnya.

Yang perlu pertama dipahami bahwa yang dimaksud tes adalah serangkaian prosedur yang sistematis, objektif yang sudah di standarisasi yang berisikan pertanyaan ataupun latihan. Gambarannya adalah tes ini digunakan untuk menguji, dan menggunakan alat tes tertentu pula. Apa saja yang di tes, banyak, jika di dalam pendidikan misalnya sebagai bahan untuk evaluasi belajar, yang digunakan untuk mengukur peserta didik dalam belajar. Secara umum tes digunakan untuk membedakan, mengelompokkan dan mengukur. Sedangkan jika di pendidikan tes ini digunakan untuk alat pengukur terhadap peserta didik dan pengukur keberhasilan program pengajaran.

Oleh karena itu jika anda mencoba menyontek atau mempelajari soal dan bukan konsepnya sama saja anda tidak memahami konsep dari tes itu sendiri, kalaupun anda memahami namun anda tidaklah benar-benar menginginkan hasil aktual itu sendiri. Fenomena ini banyak di jangkiti para siswa atau mahasiswa yang menginginkan budaya hasil dan budaya proses. Jika yang terjadi adalah budaya hasil, maka akan ada kemungkinan yang lebih besar untuk curang, dibandingkan yang menganut budaya proses. Tes yang digunakan sebagai salah satu bahan evaluasi dalam proses belajar di sekolah maupun di kuliah, event hasilnya adalah berupa nilai, dan jika di sekolah akan menjadi salah satu syarat untuk naik kelas ataupun tidak. Sedangkan untuk yang ada di kuliah menjadi salah satu syarat untuk mengambil jumlah SKS semester berikutnya.

Tes Inteligensi (IQ)

Kaitannya dengan tes psikologi, yakni sebagai sebuah pernyataan, pertanyaan atau tugas yang sistematis untuk memperoleh informasi tentang aspek Psikologi. Dalam psikologi, ada banyak aspek yang diungkap. Namun di sini akan saya bahas yang umum digunakan dalam tes psikologi di Indonesia. Konteks pekerjaan aspek psikologi yang diungkap adalah meliputi, Inteligensi Umum, Kepribadian dan Sikap Kerja. Pertanyaannya adalah kenapa perusahaan atau institusi ingin mengetahui 3 aspek tadi dalam proses rekrutmen? 3 Aspek ini adalah potret diri utama yang ingin diketahui perusahaan untuk menunjang pekerjaan yang diberikan. Inteligensi umum adalah kemampuan individu dalam merespon lingkungan secara efektif, orang menamakannya IQ. Kenyataan di lapangan banyak orang yang dengan mati-matian (barangkali yang sedang membaca ini) ingin mempelajari tes IQ ini, ingin memiliki score tinggi dan kalau bisa benar semua. Well, pada kasus nyata, saya pernah menjadi salah satu team proyek yang sedang menyeleksi karyawan untuk sebuah perusahaan di Jawa Tengah, dari 300an orang yang ikut tes, di dapati beberapa peserta yang berusaha menyontek untuk tes IQ ini, hasilnya adalah yang hampir benar semua dan ada sekelompok deretan yang memiliki nilai yang tinggi untuk score IQ ini. Dari analisa saya, kenapa peserta itu mengetahui alat tes yang digunakan oleh kita sebagai tim penyeleksi, Pertama adalah alat tes yang kami gunakan adalah alat tes yang kuno (mainstream) yang sudah banyak beredar di masyarakat, bahkan di toko buku pun banyak ditemukan yang membahas soal+jawabannya. Kedua, memang sikap dan perilaku peserta yang ingin jalan pindah untuk lolos seleksi. Padahal ketika tes, kemungkinan kecil anda lolos untuk menyontek. Pernah juga waktu melakukan seleksi karyawan, dimana pesertanya tidak menyontek namun menghafal jawaban karena alat tes nya sudah diketahui.

Namun, jika anda sebagai calon karyawan atau calaon seleksi apapun dan berniat tes IQ, saya sangat menyarankan untuk tidak usah ataupun tidak perlu untuk mempelajari bahkan menghafalkannya. Hal ini karena tes IQ digunakan untuk mengukur kemampuan anda dalam merespon lingkungan secara efektif, walaupun di masyarakat sering di anggap untuk mengukur tingkat kepandaian seseorang. Untuk memiliki IQ tinggi, tidaklah bisa dipelajari sebagaimana anda ingin belajar matematika kemudian bisa mandapatkan nilai yang bagus ketika ujian. IQ walaupun bersifat dinamis (dapat berubah sesuai dengan usia dan respon terhadap lingkungan) ini adalah dibentuk mulai dari kecil dan merupakan manifestasi dari hasil belajar dengan lingkungan.

Pada dasarnya tes IQ yang digunakan sebagai tes psikologi ini ada beberapa macam diantaranya adalah Berupa soal perhitungan dan logika angka dan soal berupa bahasa dan logika bahasa. Dua hal itu yang menjadi konsep dasarnya, perkembangannya bisa menjadi soal yang bervariasi. Berita baiknya adalah kedua konsep dasar itu tidaklah perlu di pelajari, hal ini dikarenakan selama sekolah selalu diajarkan sehari-hari, makanya di awal saya menyebutnya sebagai manifestasi dari hasil belajar dengan lingkungan.
Masing-masing perusahaan bisa memiliki batas bawah persyaratan untuk masuk perusahaannya, namun berdasarkan literatur yang saya baca, untuk batas bawah perusahaan adalah IQ pada batas rata-rata normal, artinya yang diambil adalah batas rata-rata bawah, sebagai pengalaman saya pernah melakukan tes secara sendiri dalam satu projek lebih dari 150 orang, dari score yang saya dapatkan dan saya rata-ratanya hasilnya adalah angka 90 untuk norma alat tes yang saya pakai. Pada angka itu di norma adalah batas bawah rata-rata orang. Sedangkan dibawahnya adalah kecil sama juga yang diatasnya, seperti dalam ilmu statistika, bahwa yang paling banyak penyebarannya adalah pada titik rata-rata. Hal ini dapat diambil kesimpulan, bahwa untuk dapat lolos tes IQ adalah lebih mudah dibandingkan dengan tes lainnya, jika saya mengacu pada data statistik yang pernah saya analisa. Event begitu ada beberapa perusahaan yang mensyaratkan memiliki score yang tinggi, jika kondisinya demikian adalah, jika menggunakan teori pareto yakni 80% berbanding 20%, dimana kebanyakan orang ada pada 80% tersebut sedangkan yang diatasnya adalah 20%, oleh karena itu kalaupun anda belajar setengah mati, belajar dengan keras untuk mencoba mencoba menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan IQ untuk naik level adalah susah kecuali memang anda berada pada level 20% ini, artinya secara inteligensi memang anda diatas normal. Bisa juga anda masuk di 20% itu jika kondisinya alat tes yang anda pelajari sama dengan yang di teskan. Namun sekarang untuk perusahaan-perusahaan besar dalam mengukur IQ sudah menggunakan alat tes sendiri dan jika pun tidak akan menggunakan alat tes yang belum familiar di Indonesia.

Dapatkah IQ dinaikkan?

Pertanyaan lanjutannya adalah, apakah inteligensi itu dapat diubah atau di naikkan? Jawabannya bisa, namun hal ini adalah sebuah proses panjang, artinya melalui pendidikan yang panjang dari dini, itupun tidak menjamin dapat berubah tergantung pada kapasitas individu. Namun jika anda sudah pada usia dewasa atau remaja, kemungkinan kecil IQ akan berubah naik, secara teori IQ justru akan semakin menurun sejalan dengan usia berjalan. Khususnya dari dewasa ke manula.

Pelajaran yang dapat diambil adalah, tidak usah belajar berkaitan dengan tes ini, jika anda masih dalam masa sekolah atau kuliah, belajarlah yang lebih giat untuk pelajaran yang sekarang anda hadapi. Permasalahan berkaitan inteligensi dengan kesuksesan seorang dalam menjalankan pekerjaan banyak di teliti oleh ahli. Hasilnya memang IQ tidaklah menjadi sebuah faktor utama orang menjalankan pekerjaan, atau membuat kesuksesan karir seseorang dalam perusahaan. Namun IQ menjadi entri point untuk menjalankan tugas dasar dari sebuah pekerjaan tersebut, sedangkan yang lainnya ditunjang dari aspek lain.

Apakah orang yang memiliki IQ dibawah rata-rata selalu tidak di terima dan orang yang memiliki IQ lebih dari rata-rata selalu diterima di perusahaan ataupun intitusi lain? Jawabannya adalah tidaklah selalu, hal ini dikarenakan dalam tes di perusahaan ada banyak faktor yang dipertimbanga selain dari IQ. Oleh karena itu berita baiknya adalah jangan merasa minder jika anda sudah pernah mengetahui score IQ adalah dibawah rata, dan jangan pula sombong ketika anda memiliki score IQ diatas rata-rata. Pertimbangan lain yang biasa dilakukan diperusahaan selain IQ adalah faktor kepribadian dan juga faktor sikap kerja. Di masyarakat, orang menyebutnya good attitude, pertanyaannya adalah bagaimana membentuk kepribadian seseorang, sudah saya bahas di artikel Bagaimana cara membentuk kepribadian seseorang. Kemudian berkaitan dengan tes kepribadian sudah lengkap di bahas di Apa saja bentuk soal tes kepribadian psikologi itu?. Disini akan saya kemukakan berkaitan dengan tes psikologi kepribadian yang biasa diberikan ketika anda sedang tes di perusahaan. Tes kepribadian ini digunakan untuk memotret kecenderungan anda terhadap sesuatu, dan dalam analisanya kecenderungan-kecenderungan ini dikumpulkan dan di simpulkan, misalnya adalah anda memiliki tipe kepribadian yang ingin mendominasi lingkungan, mengarahkan orang namun kurang dapat bekerja sama dengan orang yang tidak memiliki kesamaan nilai.

Tes Kepribadian

Tes kepribadian banyak macamnya, namun konsep dasarnya adalah tes ini berusaha mendiskripsikan sikap yang khas anda dalam merespon lingkungan. Pembagiannya tergantung alat tesnya, bisa menjadi dua bagian, misalnya ekstrovert introvert, atau 4 bagian misalnya dominance, influence, steadiness dan compliance atau bisa juga menjadi 16 macam. Dari pembagian ini, nanti anda coba digolongkan menjadi satu satu atau dua sesuai dengan anda, kegunaan dari pembagian kepribadian ini jika konteksnya pekerjaan adalah, perusahaan berusaha untuk mencari yang memiliki job matching yang tinggi, artinya berusaha mencari tipe kepribadiaan yang cocok dengan pekerjaan yang sedang ditawarkan. Berbeda misalnya jika tes psikologi ini untuk pendidikan atau klinis, untuk tes psikologi ini digunakan dalam proses pembelajaran, berkaitan dengan potensi anak dan metode pembelajaran yang tepat. Sedangkan untuk klinis digunakan salah satunya untuk mengetahui hambatan yang dimiliki oleh individu tersebut atau untuk melakukan diagnosa gangguan kepribadian tertentu.

Kembali fungsi dari tes tersebut di dalam proses rekrutmen perusahaan, dimana dari ketiga aspek tersebut baik itu Inteligensi, kepribadian dan sikap kerja, kemudian dianalisa berdasarkan job yang ditawarkan, apakah sesuai atau tidak dengan individu yang di tes. Setelah lolos biasanya dilanjutkan tes lanjutan misalnya tes yang berkaitan dengan kompetensi managerial atau kompetensi teknikal. Setelah lolos, baru interview, yang bisa dari interview bagian HR atau langsung kepada user.

Pengertian Psikologi Pendidikan

Pengertian Psikologi Pendidikan
Pengertian Psikologi Pendidikan

Psikologi pendidikan merupakan ilmu terapan dari psikologi dan pendidikan, penggabungan antara ilmu yang berkaitan dengan perilaku dan juga yang berkaitan dengan pendidikan. Psikologi sendiri adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia sedangkan pendidikan adalah proses mengubah perilaku individu secara sistematis dengan pengajaran dan pelatihan. Jika digabungkan maka pengertian dari psikologi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari proses, aktivitas dan faktor yang mempengaruhi dalam belajar dalam upaya lebih efektif dalam merubah perilaku anak didik.

Psikologi pendidikan merupakan ilmu terapan, yang merupakan cabang ilmu dari psikologi yang mengkhususkan studinya berkaitan dengan pendidikan. Pendidikan disini dalam arti yang berkaitan dengan proses pembelajaran di dalam sekolah, baik itu sekolah yang sifatnya formal ataupun informal.

Secara spesifik objek dari ilmu ini adalah berkaitan dengan anak didik, anak didik menjadi objek utama. Hal ini dikarenakan pendidikan lebih memfokuskan tentang bagaimana how to ke anak didik. Kaitannya dengan anak didik ini dalam pendidikan, ada 3 konsep utama yakni:

How to learning, hal ini berkaitan dengan prinsip-prinsip belajar, teori yang berkaitan dengan belajar dan bagaimana perilaku anak didik dalam belajar

How learning process, hal ini berkaitan dengan bagaimana proses belajar anak didik, bagaimana proses otak dalam mengolah informasi dan menjadi sebuah pengetahuan dan bagaimana tahapan anak didik mendapatkan pelajaran yang efektif

How learning situation, sepertinya sepele namun ini juga mendukung dari anak didik dalam belajar, bagaimana lingkungan, baik yang bersifat fisik, misalnya kondisi kelas, kondisi ruangan, alat ajar ataupun nonfisik, misalnya dukungan keluarga, psikososial anak dan dsb.

Scope dari ilmu ini mengkhususkan diri pada pembahasan:

  1. Pertumbuhan dan Perkembangan, mengapa pertumbuhan dan perkembangan ini menjadi masuk scope, hal ini dikarenakan dalam belajar akan sangat erat hubungannya dengan pertumbuhan dan perkembangan anak, di dalam teori psikologi ini erat kaitannya dengan tugas perkembangan, apa saja tugas perkembangan bayi, anak, remaja dan dewasa akan lengkap di bahas. Perkembangan yang menjadi scope juga memiliki macam-macam yakni perkembangan Fisik, Sosial dan Psikologi. Jadi dalam pemberian pelajaran disesuaikan dengan kemampuan dari anak didik. Hal ini terkadang menjadi problematika sendiri, misalnya anak yang pada Kelompok Belajar (PAUD), sudah diberikan materi tentang berhitung, membaca dan menulis yang jamak terjadi di masyarakat, padahal secara tugas perkembangan anak usia 3-4 tahun, dala teori perkembangan anak Piaget masih dalam tahap pra operasional. Tahun 7 anak sudah masuk pada tahap perkembangan operasional. Oleh karena itu saran dari pendidik, bahwa anak diajari menghitung dan membaca itu ketika masuk SD, namun yang terjadi di masyarakat terkadang justru syarat untuk masuk SD adalah sudah bisa menulis dan membaca. Hal ini yang harus diberikan informasi yang lebih baik.
  2. Problem about Learning, permasalahan dalam belajar ini lengkap bahasannya mulai dari proses, tipe-tipe belajar anak didik, hambatan dalam belajar dan bagaimana prinsip dari belajar tersebut. Di dalamnya tentunya akan lengkap bagaimana anak didik bagaimana prosesnya mendapatkan informasi, bagaimana anak didik mengolah informasi, bagaimana antara anak satu dengan yang lainnya memiliki karakteristik yang berbeda dalam belajar, kemudian hambatan-hambatan anak dalam belajar, misalnya berkaitan dengan konsentrasi dan dsb.
  3. Secara spesifik akan membahas berkaitan dengan Motivasi, mudahnya adalah bagaimana mengedukasi anak didik untuk mempunyai alasan yang kuat untuk belajar, bagaimana makna dari belajar tersebut, sehingga anak itu memiliki motif tersendiri yang terinternalisasi di dalam dirinya untuk belajar. Harapannya adalah anak mandiri dalam belajar dan tidak hanya sekedar rutinitas. Hal ini yang sering terlupa, yang terkadang jika anak didik tidak mendapatkannya maka bagaimanapun besar kapasitasnya anak dalam belajar akan tidak maksimal.
  4. Evaluasi belajar, ini adalah salah satu end purpose dalam belajar, yakni di evaluasi. Evaluasi ini tentunya didasarkan kepada istilahnya kompetensi yang harus dipenuhi dalam masa belajarnya. Oleh karena itu anda pernah mendengar bahwa pendidikan di Indonesia menggunakan prinsip pendidikan berbasis kompetensi. Oleh karena itu yang di evaluasi adalah kompetensinya. Patokan awal dalam penyusunan kompetensi ini sangat vital karena merupakan tujuan utama dari pendidikan itu sendiri. Dalam evaluasi belajar, bisa dalam bentuk tugas, UAS atau UN. Kritik yang dahulu di tujukan kepada pendidikan yakni untuk melihat kelulusan anak hanya didasarkan kepada salah satu parameter kompetensi saja yakni kognitif, padahal dalam pendidikan sekarang sudah menggunakan 3 evaluasi yang di dasarkan pada teori psikologi yang berkaitan dengan perilaku, yakni kognitif, psikomotorik dan juga afektif. Idealnya evaluasi belajar juga di tentukan oleh ketiga aspek kompetensi tersebut. Sedangkan yang perlu dipikirkan adalah instrument untuk mengukurnya. Evaluasi belajar ini dalam scope ilmu ini bagaimana menyusun instrument penilaian yang objective dan mampu mengukur aspek kompetensi yang dipersyaratkan, apakah dalam bentuk test, cara pembuatan soal test, Pengukuran kinerja anak didik, prosedur penilaiannya dan juga ilmu statiska terutama berkaitan dengan reabilitas dan validitas dari test.
  5. How a Class, umumnya pendidikan yang di anut di dunia ini adalah menggunakan jenjang dan kelas. Maksudnya adalah anak di create dalam jenjang-jenjang kelas, misalnya kelas 1 sampai kelas X, kemudian tiap jenjang kelas diberikan tugas kompetensi yang harus dipenuhi. Singkatnya adalah dikumpulkan anak yang memiliki kohor usai yang dekat ditempatkan kepada kelas yang paling bawah kemudian di berikan pelajaran, dievaluasi dan jika dalam evaluasi tersebut anak didik mampu memenuhi kompetensi yang disyaratkan, maka akan dinaikkan kelasnya. Dinamikanya adalah dalam satu kelas tentunya ada yang memiliki kemampuan belajar yang cepat dan juga ada yang memiliki kemampuan belajar yang lambat, oleh karena itu dalam ilmu ini penting diberikan how to class management. Bagaimana guru memilik peran aktif dalam mengelola kelas secara efektif dalam mendukung proses belajar mengajar. Bagaimana dinas kelas yang terjadi, proses kepemimpinan, dan juga interaksi antara anak didik dan dengan anak didik lainnya dan juga anak didik dengan guru kelasnya.

Dalam pengertian psikologi pendidikan yang sudah dijelaskan dan juga ruang lingkup dari ilmu ini memberikan gambaran yang lebih komprehensif berkaitan dengan pembelajaran. Sedangan di dalam psikologi sendiri menyumbang beberapa teori yang berkaitan dengan belajar. Diantaranya adalah:

  1. Behaviorisme, dalam teori ini salah satu tokohnya adalah JB Watson, dimana penekanan dari teori ini adalah terkait Stimulus response dan Sensation and perception. Dalam teori ini kaitannya dalam belajar adalah, bahwa manusia akan belajar denga merespon stimulus yang muncul. Misalnya dikejar kucing (Stimulus) maka akan lari (Respon), jadi proses pembelajaran adalah alami bawaan dari lahir.
  2. Teori Classical Conditioning, dari Palvov, dalam teori ini penekanan proses belajar adalah apabila ingin mendapatkan tingkah laku yang baru maka dengan cara memberikan stimulus dan stimulus penguat (sebagai pengantar) sehingga menimbulkan perilaku yang baru yang diinginkan. Oleh karena itu nantinya individu walaupun tidka diberikan stimulus penguat, maka akan tetap menimbulkan respon perilaku karena adanya pembiasaan.
  3. Teori Operan Conditioning, dari Skinner teori ini menyumbangkan pada proses belajar, dimana untuk membentuk sebuah perilaku dibutuhkan konsekuensi dari respon tingkah laku maksudnya adalah perilaku yang timbul dari respon bukanlah karena tiba-tiba namun dikarena tindakan yang disengaja (operant). Dalam konteks belajar penekanannya adalah tujuan dari belajar tersebut, yang biasa untuk membentuk sebuah perilaku diberikan sebuah konsekuensi yakni reward (penghargaan) ataupun punishment (hukuman)
  4. Teori Gestalt, teori ini memberikan kontribusi kepada pendidikan dengan menggali proses belajar kognitif, berfokus kepada higher mental process. Aplikasinya dalam belajar adalah bagaimana anak didik memiliki insight (mengenali unsur-unsur dalam objek), meaningful learning ( makna dari unsure objek belajar), life space (memiliki keterkaitan dengan lingkungan sekitar), Learning transfer (bagaimana pola-pola perilaku dalam berguna pada situasi yang lain)
  5. Teori Koneksionisme, teori disumbangkan oleh Thordike, dalam aplikasinya dalam belajar bahwa proses belajar, hubungannya adalah stimulus dan respon, namun dalam memilik respon yang tepat melalui percobaan-percobaan (trials) dan kegagalan-kegagalan (eror) terlebih dahulu.
  6. Teori kognitif, teori ini salah satunya disumbangkan oleh Jean Piaget, dimana dalam belajar anak dibagi menjadi tahap sensomorik (0-2), tahap pra operasional (2-7), Operasional formal (7-11) dan Operasioanal formal (12 keatas). Konsep ini memberikan kontribusi bahwa setiap tahap anak memiliki karakteristik yang berbeda, oleh karena itu dalam pembelajaran anak disesuaikan dengan karakteristiknya.

Sekilas adalah hal yang berkaitan dengan pengertian psikologi pendidikan, baik itu dari pengertian, objek, ruang lingkup maupun teori singkat yang ada.

5 Alasan Kuat Kuliah Jurusan Psikologi

5 Alasan Kuat Kuliah Jurusan Psikologi
5 Alasan Kuat Kuliah Jurusan Psikologi

Sebagai salah satu orang yang lulusan dari jurusan Psikologi, tidak ada salahnya juga saya akan mempromosikan jurusan ini. Jurusan Psikologi memang tidak setenar atau sefamiliar misalnya jika dibandingkan dengan jurusan kedokteran. Namun ternyata dari pengakuan temen-temen saya yang mengambil jurusan ini salah satu faktornya karena tidak di terima dari Jurusan Kedokteran. Jangan-jangan Jurusan ini hanya untuk para pelarian. Hehe. Tapi apakah seburuk itukah reputasi jurusan ini, kalau menurut saya tidak. Jurusan ini memang distinct jika dibandingkan dengan ilmu sosial lainnya. Oleh karena itu ada baiknya kita simak kenapa sih harus kuliah di Psikologi.

1. Psikologi merupakan disiplin ilmu yang mempelajari manusia sebagai individu, oleh karena itu selain belajar ilmu pengetahuan, kita akan semakin mengenal diri kita sendiri. Mengenal diri sendiri dalam arti, misalnya ada sebuah mata kuliah yang membahas bagaimana tingkah laku itu bisa muncul, apa sebabnya dan tingkah laku apa yang muncul dikemudian hari. So, minimal nanti akan tahu kenapa kadang orang itu marah-marah tidak jelas, tanpa sebab, atau ada temen atau dosen yang tiba-tiba marah. Berkaitan dengan tingkah laku ini tentunya sangat berguna dalam kehidupan, jika misalnya dalam konteks pekerjaan di perusahaan, maka jika kita telah belajar berkaitan dengan perilaku maka minimal bisa mendeskripsikan apa saja yang mempengaruhi karyawan untuk berprestasi lebih di kantor, kemudian apa yang harus dilakukan jika karyawan di kantor tidak memiliki semangat untuk berprestasi atau bagaimana cara menjaga agar karyawan tetap berprestasi. Ini hanyalah contoh kecil dalam konteks pekerjaan, akan, dan tentunya banyak bidang yang membutuhkan ilmu seperti diatas. Dan itu hanya sebagian kecil mata kuliah yang ada di Psikologi.

2. Ketika memilih jurusan ini, peluang untuk membantu orang lebih banyak, kenapa? Salah satunya adalah berkaitan dengan konseling dan psikoterapi. Ketika mendengar kata konseling, maka dibenak adalah adanya hambatan yang dialami oleh seseorang, padahal jika didalami lebih jauh, konseling tidak adanya untuk yang memiliki hambatan/masalah namun juga untuk mengoptimalkan potensi yang ada pada individu. Nampaknya sederhana, namun konseling dan psikoterapi ini dapat membantu lebih banyak orang yang memiliki hambatan, masalah atau gangguan atau juga untuk mengoptimalkan potensi diri atau anak. Membantu dalam konteks keilmuan psikologi, yang konsepnya adalah membuat individu mandiri dalam menyelesaikan masalahnya, membantu individu untuk menentukan langkah yang harus ditentukan, atau membantu individu untuk menemukan dirinya, membantu individu menemukan potensi yang ada di dalam dirinya dan bagaimana untuk mengaktualisasikan dirinya. Sedangkan dalam konsep psikoterapi adalah membantu individu kembali kepada perilaku normal/rata-rata dalam masyarakat, dan lebih dikhususkan untuk individu yang memiliki gangguan kepribadian atau gangguan jiwa. Bagaimana individu dengan program yang diberikan mampu menghilangkan atau mengurangi symptoms yang tidak sesuai dengan “normal”.

3. Jika dihubungkan dengan karir, jurusan ini cukup memberikan angin segar, sebagaimana yang sudah pernah saya tulis, yakni 20 Peluang Pekerjaan Lulusan Psikologi. Dimana akan ada banyak peluang pekerjaan lulusan jurusan ini. Walaupun banyak yang awalya masuk jurusan ini belum mengetahui peluang pekerjaan yang mungkin mereka akan geluti dikemudian hari, namun ada baiknya jika anda ingin kuliah jurusan ini maka dapat mempelajari terlebih dahulu. Sebagai orang yang akan masuk jurusan ini ada baiknya membaca peluang pekerjaan tersebut, apabila dari banyak macam pekerjaan tersebut tidak ada yang sesuai dengan keinginan anda, ada baiknya anda mempertimbangkan kembali pilihan anda masuk ke jurusan ini. Tipe pekerjaan yang spesifik dan jarang dapat dimasukin oleh bidang lain, oleh karena itu ke depan dengan berkembangnya Negara kita, kebutuhan lulusan ini sangat kurang jika dibandingkan dengan jumlah lulusannya di seluruh Indonesia.

4. Jurusan Psikologi ini tidaklah mudah atau gampang, namun menantang. Kenapa demikian, terkadang ada terbersit dalam benak anak SMA, ketika akan memilih jurusan kuliah, misalnya karena tidak menyukai dunia hitung menghitung, maka mereka memilih jurusan yang minim banget hitungannya, misalnya ya Jurusan ini. Padahal itu adalah salah besar, kenapa demikian, memang selama kuliah ini akan minim sekali untuk hal hitungan. Namun, psikologi ini berusaha mendeskripsikan sebuah fenomena, mengumpulkan data, menganalisa, dan memprediksi. Gabungan tersebut levelnya adalah diatas menghitung atau hitung-hitungan yang selama ini anda takuti. Hitung menghitung adalah basic, namun jika anda harus mendeskripsikan fenomena, gejala, mengumpulkan data, menganalisa, dan juga memprediksi ke depannya berdasarkan data dan fakta yang ada, ini adalah sangat kompleks. Tetapi bukan berarti Psikologi susah dipelajari juga, namun di situlah tantangannya.

5. Jalan untuk menjadi Psikolog, jalan satunya secara formal ketika ingin menjadi seorang psikolog adalah mengambil jurusan ini. Profesi Psikolog terkadang tercampur dengan Profesi Psikiater, mudahnya senjatanya Psikolog adalah adalah terapi saja, sedangkan Psikiater adalah terapi dan obat. Untuk menjadi Psikolog harus dari jurusan Psikologi, sedangkan untuk menjadi Psikiater, harus dari jurusan Kedokteraan. Psikolog merupakan orang yang mendapatkan lisensi (ijazah) dari Universitas untuk memberikan bantuan Psikologi. Bantuan psikologi ini sangatlah beragam. Sebagai gambarannya jika di Indonesia, ada Psikolog Klinis ini yang menangani gangguan Kepribadian atau gangguan Jiwa. Psikolog Pendidikan ini yang memberikan bantuan psikolkogi dalam bidang pendidikan, misalnya gangguan belajar. Psikolog Industri ini yang memberikan bantuan psikolgo dalam bidang industri misalnya berkaitan dengan seleksi, training, performance karyawan.

5 Alasan Kuat Kuliah Jurusan Psikologi dapat memberikan sedikit gambaran ketika anda sedang mencari, mempertimbangkan untuk kuliah di Jurusan ini. Silahkan ditimbang apakah jurusan ini sudah sesuai dengan harapan anda selain belum.

Pertimbangan Pindah Jurusan Kuliah

Pertimbangan Pindah Jurusan Kuliah
Pertimbangan Pindah Jurusan Kuliah

Nama                   Dewi W

Alamat Email     dewixxxxxxxx@gmail.com

Pertanyaan:

Saya adalah mahasiwa semester 2 jurusan Farmasi. Saya ingin mengikuti test masuk perguruan tinggi negeri lagi. saya ingin memilih jurusan Psikologi dan Filsafat. Menurut saya itu cocok dengan saya karena saya kurang mahir di bidang saya yang sekarang dengan berbagai rumus-rumus kimia yang bagi saya sangat memusingkan. Apakah langkah yang akan saya ambil ini tepat ? Hal saya khwatirkan adalah jika saya di DO karena IP semester satu saya jelek. Mohon sarannya

Jawaban

Dewi, berdasarkan penuturan yang disampaikan bahwa ingin pindah jurusan karena IP Semestar 1 jelek. Diketahui bahwa ketika akan mendaftar sebuah jurusan, tentunya minimal Dewi mengetahui kira-kira apa saja domain (inti) dari perkuliahan tersebut. Termasuk pilihan dari Dewi ketika memilih Farmasi. Farmasi termasuk golongan ilmu eksak (IPA), jika dahulunya Dewi jurusan IPA tentunya sudah terbiasa dengan perhitungan. Permasalah sekarang IP Dewi jelek, pertama yang perlu di analisa adalah kenapa IP Dewi jelek, terus mata kuliah apa yang jelek, kemudian dibreakdown lagi, untuk mata kuliah yang nilainya jelek, ketika ujian, bagaimana, apakah Dewi bisa mengerjakan atau tidak. Jika misalnya tidak bisa mengerjakan, kemudian digali lagi, kenapa kok bisa seperti itu, apakah karena kurang persiapan atau karena tidak belajar. Kemudian di breakdown lagi, apakah karena sistem belajar Dewi, misalnya sistem kebut semalam, atau kurang efektifnya Dewi belajar. Jadi temukan dulu root causes dari permasalahan tersebut. Jika sebagaimana mana yang Dewi sampaikan, karena rumus kimia yang memusingkan, coba di telisik lebih lanjut lagi, karena rumusnya banyak, ataukah salah strategi dalam belajar pemahaman rumus, rumus kan alat bantu untuk menerangkan sebuah teori atau sebuah pernyataan atau pengurangin dari zat-zat yang mungkin selama ini di pelajari Dewi. Pemahaman akan konsep dari dari rumus sepertinya lebih baik dari pada menghafal rumus.

Analisa yang dalam, dan sampai akhirnya ditemukan root causes, akan lebih mudah Dewi untuk menentukan langkah perbaikannya. Berkaitan dengan keinginan Dewi, untuk pindah jurusan, menurut saya hanya kecemasan akan kondisi sekarang dan belum dapat menemukan root causes dan langkah perbaikan yang akan dilakukan. Beberapa case yang terjadi untuk mahasiswa semester satu, nilai IPnya rendah, bisa dikarenakan proses adaptasi dengan lingkungan yang baru, pelajaran baru dan juga sistem belajar yang baru. Ini yang perlu Dewi pertimbangkan sebelum melangkah yang lebih jauh.
Jika Dewi ingin pindah jurusan, tentu pertimbangan lagi, baik itu jurusan Psikologi maupun filsafat, jika Dewi ingin menghindari perhitungan-perhitungan, tentunya disetiap mata kuliah pasti ada. Toh juga belum tentu nantinya akan memiliki IP yang lebih tinggi dari yang sekarang.

Pindah jurusan, dapat menjadi pertimbangan, misalnya jika memang kondisi sekarang, Dewi merasa sangat tidak mampu untuk mengikuti perkuliahan, baik itu berkaitan dengan pemahaman mata kuliah, tugas-tugas yang diberikan maupun test yang dihadapi. Itupun juga bandingkan dengan motivas Dewi saat ini, untuk mendalami perkuliahan yang sedang di jalani. Bilamana Dewi memiliki motivasi yang tinggi terhadap mata kuliah tersebut, maka efeknya akan panjang juga, misalnya lebih rajin belajar, rajin mengerjakan tugas, belajar lebih sistematis dan juga lebih banyak membaca buku yang berkaitan dengan mata kuliah tersebut. Jika memang motivasi Dewi kurang terhadap mata kuliah tersebut, terlepas apakah mata kuliah tersebut susah atau gampang, hasilnya pun tidak akan memuaskan Dewi. Konsepnya tidak ada mata kuliah yang mudah, semuanya membutuhkan konsen yang tinggi untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Baik itu Farmasi, Psikologi maupun Filsafat.

Cinta Terhalang Perbedaan Budaya

Cinta Terhalang Perbedaan Budaya
Cinta Terhalang Perbedaan Budaya

Nama              : Ricky

Alamat Email  : rickxxxx@gmail.com

Pertanyaan:

Saya seorang mahasiswa berusia 22 tahun. Ayah saya seorang pribumi keturunan jawa yang dibesarkan di lingkungan pecinan, sedangkan ibu saya keturunan tionghoa asli. Sejak kecil saya dididik dan dibesarkan di lingkungan tionghoa. Lingkungan tempat tinggal saya, sekolah saya semuanya. Semua itu menanamkan mindset pada diri saya bahwa “saya adalah seorang WNI keturunan”. Pada saat itu saya belum menyadari jika saya”berbeda” dari apa yang saya pikirkan selama ini (=saya seorang tionghoa) teman-teman saya. Kenapa saya berbeda, adalah karena ayah saya seorang jawa, maka otomatis saya pun menjadi seorang jawa juga. Hingga suatu saat, disaat saya mencari jatidiri saya di masa remaja saya, saya menyadari itu, dan saya terkejut bahwa selama ini saya berbeda dari apa yg saya pikirkan. Saya sempat stres, saya tidak bisa menerima keadaan diri saya. Saya membenci diri saya, dan membenci ayah saya karena itu.

Hari berlalu dan saya memilih untuk menyembunyikan identitas asli saya ini dari orang-orang yg saya kenal, dan kembali menjalani hidup sebagai seorang “tionghoa”.

Namun di hati saya, saya takut dan khawatir hal ini akan mempersulit saya mendapatkan cinta saya. Perlu diketahui, di kalangan orang tionghoa (apalagi yang masih asli keturunan), mendapatkan seorang pasangan pribumi adalah haram hukumnya. Apalagi, sebagai anak dari ibu yang seorang tionghoa dan dibesarkan di lingkungan tionghoa, mindset saya mencari jodoh jugalah harus tionghoa. Ini sangat bertolak belakang dengan keadaan diri saya yang sejatinya bukan lagi seorang tionghoa dikarenakan status ayah saya. Namun saya mencoba mengacuhkan itu dan tetap mencari pasangan seorang tionghoa.

Beberapa waktu lalu saya dipertemukan dengan seorang gadis tionghoa yang masih asli keturunan. Saya sangat tertarik padanya sejak awal bertemu, kemudian saya mendekatinya, tentu saja dengan masih menutupi identitas saya tsb, dan kami berpacaran selama beberapa bulan. Selama itu pun saya sangat menyayanginya karena bisa dibilang dia adalah cinta serius pertama saya. Hingga akhirnya beberapa hari lalu dia mengetahui kebohongan saya. Dia sangat marah ketika mengetahui selama ini saya adalah seorang tionghoa campuran, apalagi dari ayah yang pribumi. Dia sangat menyesal ketika mengetahui bahwa selama ini dia berpacaran dengan seorang campuran. Ibunya juga melarang dia kembali bersama saya, dengan alasan bahwa hingga kapan pun keluarganya takkan bisa menerima saya.

saya depresi, kehilangan motivasi dan saya kian membenci kenyataan diri saya. Saya semakin membenci kenyataan ayah saya dan kian tidak bisa menerima kenyataan bahwa saya seorang pribumi. Kejadian ini semakin memperkuat kebencian saya akan kenyataan diri saya.

Saya beranggapan semua ini tidak akan terjadi andai saja ayah saya bukan seorang pribumi…. Saya sangat kecewa, saya stres….

R (22 tahun), semarang

 Jawaban

Permasalahan percintaan yang Ricky alami, yang ada dinamika berkaitan dengan budaya, terutama terkait dengan Pribumi dan Non Pribumi, WNI keturunan maupun WNI asli. Jika mengingat pelajaran sejarah Indonesia, banyak teori yang disampaikan bahwa nenek moyang Indonesia berasal dari Mongol, India, Afrika dan juga dari Melayu. Konon sebagian suku di Kalimantan berasal dari Tionghoa. Kalo lihat sejarah lagi, Benua Australia penduduknya sebagian besar adalah pendatang dari Eropa, begitu juga Amerika. Penyebutan WNI keturunan dan WNI asli, atau Tionghoa, merujuk pada sejarah masa penjajahan di Indonesia, dimana ada pengkastaan secara tidak tertulis, yakni Pribumi, Keturunan (Tionghoa) dan Belanda (Eropa). Ini yang menjadikan bahwa seolah-olah, yang namanya orang Eropa memiliki kedudukan lebih tinggi dibandingkan dengan orang pribumi atau keturunan. Kemudian seolah-olah, status orang keturunan dari Tionghoa, walaupun sudah beranak pinak di Indonesia, kalau zaman dulunya ada keturunan Tionghoa, maka di sebut dengan WNI keturunan. Padahal besar dan lahir di Indonesia.

Parahnya lagi, stigma ini juga banyak di amini oleh keturunan Tionghoa ataupun keturunan dari semenanjung Arab di Indonesia, bahwa merasa secara budaya tidak tertulis ingin mempertahankan garis keturunan tersebut. Tionghoa akan menikah dengan Tionghoa, dan Keturunan Arab akan menikah dengan keturunan Arab juga. Memang banyak juga yang sudah beralkulturasi dengan selain golongan mereka. Budaya pemurnian ini yang mana “harus” menikah dengan golongannya sendiri secara budaya, menghambat proses alkulturasi budaya antara suku maupun golongan. Efeknya adalah stigma-stigma yang banyak terjadi di masyarakat, bahwa misalnya Tionghoa begini, begitu, yang dari semenanjung Arab begini, begitu. Stigma ini pun ada di lingkungan yang sekarang Ricky alami sekarang ini.

Stigma ini juga pada akhirnya bisa mempengaruhi konsep diri Ricky, sebagaimana yang Ricky sampaikan bahwa merasa sebagai WNI keturunan, padahal lahir dan besar di Indonesia. Konsep diri yang Ricky miliki sekarang, belum tentu juga dirasakan oleh keturunan Tionghoa di Indonesia, mungkin dikarenakan lingkungan yang lebih terbuka terhadap lingkungan, misalnya berkaitan dengan pekerjaan, pergaulan dan pernikahan. Yang menjadi PR Ricky sebenarnya bukan bagaimana mendapatkan jodoh yang dari keturunan Tionghoa, maupun yang dari Pribumi, atau yang lainnya namun bagaimana Ricky mampu bersikap bahwa Ricky adalah warga Negara Indonesia yang memiliki nilai-nilai bahwa setiap suku adalah setara. Dan bagaimana Ricky mampu menyakinkan orang tua dan lingkungan berkaitan dengan hal tersebut. Pun misalnya nanti bertemu dengan calon Istri yang Tionghoa dan menolak kondisi Ricky sekarang, sampaikan sejak awal menjalin hubungan jika hal tersebut bisa menjadi masalah. Dan saya yakin sekali, banyak sekali kok yang tidak mempermasalahkan apakah Ricky Tionghoa turunan atau lainnya ketika memutuskan akan menikah dengan Ricky. Tetap semangat.

Ingin Kuliah Terhalang Faktor Ekonomi

Ingin Kuliah Terhalang Faktor Ekonomi
Ingin Kuliah Terhalang Faktor Ekonomi

Pertanyaan

Nama : Pemimpi

Email: iwaxxxxxxx27@gmail.com

Salam hangat,,

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih dengan adanya form konsultan seperti ini. Langsung saja bpk/ibu, saya seorang laki” remaja usia kurang dari 24 tahun. Saya dari latar belakang keluarga tidak mampu,saya putus sekolah kelas 2 smk swasta dikota saya dan putus sekolah faktor ekonomi. keterbatasan ekonomi membuat saya memutuskan untuk bekerja,selama bekerja saya pun jalani kurang lebihnya 5 tahun di ibu kota. Tapi sayangnya dengan waktu cukup lama saya merasa tidak terjadi perubahan dalam hidup, karena mencari kerja sesuai keinginan saya itu tidak lah mudah. Alhasil saya pulang kandang dengan tangan kosong, sebenarnya saya merasa takut sekali mengalami depresi seperti waktu lalu sebelumnya hingga saya kehilangan rasa percaya diri dan mudah menghidar dari publik baik masyarakat ataupun keluarga.

Namun tetapi saat ini saya berkeinginan kuliah dan mendapat pendidikan yang layak bagi masa depan.

alhasil saat ini mengikuti ujian paket C yg sedang berlangsung bulan-bulan ini, atas bantuan dan dukungan orang tua tentunya. Jujur ayah seorang laki-laki yg memiliki gelar Drs. akan tetapi ayah juga menginginkan saya untuk bangkit, lalu yg saya bingungkan 3 hari yg lalu saya sudah merasa dipusingkan oleh pemilihan fakultas apa yg harus saya ambil.

Hobi/ minat ?? menurut teman-teman terdekat memgatakan sama saja, setelah saya coba searching mbah google bahwa sangat berbeda dalam ilmu Psikologi. 2 hari yg lalu saya putuskan dua fakultas dan itu baru rencana, antara hukum dan Psikologi. Padahal hobi saya motor/outomotif, ini salah satu bukti ilmu Psikologi membenarkan sesuai apa yg saya alami. Dan dua hari lalu pun saya putuskan pilih Psikologi, karena saya minat dan yakin untuk mempelajarinya secara logis ilmu penelitian untuk mencetus ide-ide dan gagasan seperti ini sangat mengasyikan buat saya.

Akan tetapi disayangkan sekali fakultas Psikologi lumayan cukup jauh, dan perjalanan satu hari mengendarai sepeda motor. Sedang saya harus bantu orang tua berjualan dirumah, adapun fakultas Hukum yg jarak 1 jam mengendarai sepeda motor. Dan kebetulan dikampus itu ada program kuliah gratis itu sangat membantu keluarga saya. Yg saya tanyakan:

  1. Saya ingin kembali belajar keperguruan tinggi tepatnya di fakultas psikologi,masalah saya di ekonomi?
  2. Apa saya ambil kuliah gratis yg ada saja dan tidak begitu jauh dari domisili.akan tetapi tidak dengan kejuruan yg saya minati?

Saya rasa itu akan sia-sia jika saya tidak nyaman dan menyukai (setengah hati).

  1. Adakah fakultas Psikologi dengan gratis.??dan apakah berlaku untuk kelulusan paket C seperti saya?
  2. Bisa tidak sih paket C menjadi sarjana Psikologi, minim ekonomi hanya bermodal kemauan keyakinan dan doa.

Mohon pencerahannya,agar saya mendapat solusi. Terima Kasih kepada bpk/ibu dimanapun berada.

 Jawaban:

Terima kasih pemimpi untuk pertanyaannya, well, panjang dan lebar yang disampaikan, cukup kompleks. Disini akan saya awali, bahwa tindakan Pemimpi yang ingin kuliah, adalah tindakan yang baik, dan sedang dalam on the track. Kuliah merupakan salah satu cara untuk merubah keadaan, terutama berkaitan dengan pekerjaan dan ekonomi. Pemimpi menyampaikan bahwa problem utama adalah masalah ekonomi untuk melanjutkan kuliah. Memang bukan perkara mudah, namun tetap yakin bahwa permasalahan itu dapat di carikan jalan keluarnya.

Pemimpi ingin kuliah di Psikologi, namun terbentur biaya, namun di situ ada peluang kuliah lagi yakni di Hukum dengan gratis. Jarak antara rumah dengan kampus pun tidak jauh ya kalau disampaikan, hanya 1 jam. Namun jika Pemimpi ingin kuliah dengan jurusan Psikologi, tentunya yang perlu dipertimbangkan adalah biaya yang besar ketika memilih jurusan psikologi, yang sesuai dengan keinginan, ataukah memilih jurusan Hukum yang notabene gratis, namun kurang sesuai dengan keinginan. Pertimbangkan lagi mana menurut Pemimpi yang dapat memberikan kemudahan untuk melanjutkan kuliah. Paket C adalah setara dengan SMA, sehingga jangan berkecil hati untuk melanjutkan kuliah. Tidak ada beda, dan tidak ada perbedaan perlakuan. Kuliah yang dinilai adalah bagaimana Pemimpi bisa menyelesaikan setiap tugas dan tuntutan yang diberikan oleh Dosen.

Problem ekonomi yang sedang dialami Pemimpi, ketika sudah masuk kuliah, dapat melakukan pekerjaan part time atau paruh waktu. Bisa juga mendapatkan tambahan penghasilan dengan jualan. Memanfaatkan waktu luang selain kuliah untuk menghasilkan uang, asalkan halal, lakukan sesuai dengan kemampuan Pemimpi. Banyak sekali kok orang yang bisa lulus kuliah dengan biaya sendiri, dengan memiliki penghasilan tambahan. Yang penting adalah Pemimpi dapat memanage waktu dengan baik.

Kalau jurusan Psikologi di Indonesia yang gratis, setahu saya belum ada. Namun yang tadi Pemimpi disampaikan ada jurusan yang gratis, itu merupakan peluang yang sangat besar dan kalau bisa jangan disia-siakan. Tapi kalau sudah masuk kuliah, banyak kok peluang untuk mendapatkan beasiswa, yang jumlahnya bisa puluhan jenis, dari beasiswa prestasi, beasiswa tidak mampu. Bahkan ada beasiswa yang membayar semua kebutuhan kuliah, dari SPP, uang buku, uang saku dan tempat tinggal. Rajin-rajinlah mencari informasi berkaitan dengan ini. Seberapa kuat mimpimu untuk kuliah, akan berbanding lurus dengan usahamu untuk mendapatkannya.

Urgensi Pelatihan untuk Karyawan dan Perusahaan

Urgensi Pelatihan untuk Karyawan dan Perusahaan
Urgensi Pelatihan untuk Karyawan dan Perusahaan

Karyawan dan perusahaan merupakan entitas yang tidak terpisahkan, seperti dua sisi mata uang. Kedudukannya (seharusnya) pun sejajar, karena ketika sebagai karyawan maupun perusahaan memiliki kesepakatan kerja yang sama-sama wajib untuk dipatuhi. Dikarenakan posisinya sejajarnya, maka tidaklah seharusnya satu sama lain saling merasa tinggi atau saling merasa diperlakukan tidaklah seimbang. Berbicara tentang manajemen perusahaan, komponen pelatihan dan turunannya merupakan salah satu tools untuk meningkatkan kompetensi karyawan. Sebagai pengusaha yang notabene pemilik perusahaan, pelatihan adalah salah satu tools investasi untuk meningkatkan performance dan produktivitas karyawan. Sedangkan dari sisi karyawan, pelatihan merupakan kebutuhan untuk meng-skill up kompetensi untuk mendukung pekerjaan. Walaupun dalam aktualnya tidaklah semulus yang saya sampaikan.

Perusahaan yang kurang (tidak waspada) bahwa pentingnya pelatihan untuk karyawannya, ketika budget awal tahun perusahaan, item ini sering kali di sisihkan, bahkan bisa di freeze ketika kondisi keuangan atau kondisi bisnis perusahaan kurang baik. Artinya perusahaan ketika kondisi normal, maka cost untuk pelatihan dianggap wajar, namun ketika masa sulit, maka cost tersebut bisa menjadi tidak wajar, atau bisa jadi tidak di budget-kan. Jika kondisi perusahaan sedang sulit apakah dikarenakan karena bisnis perusahaan yang sedang menurun. Penurunan performance ini bisa dikarenakan ekonomi global, politik dalam negeri atau politik regional atau karena internal perusahaan sendiri.

Ketika kondisi demikian, bagaimana untuk meningkatkan performance perusahaan? Salah satunya dengan strategi baru yang lebih fresh untuk dapat keluar dari belenggu masalah tadi. Namun bagaimana perusahaan dapat menciptakan sebuah strategi yang baru untuk meningkatkan atau mengangkat performance perusahaan?

Jika di perusahaan teknologi, lazim dilakukan jika dalam laporan tahunan performance tidak sesuai yang di harapkan oleh pemodal, akan diganti CEO (Chief Executive Officer). Harapan dari ini tentunya untuk menambah motor penggerak roda perusahaan. Namun apakah bisa jika CEO ini seorang diri. Perusahaan memiliki goal yang jelas setiap tahunnya, dan setiap karyawannya harus mengetahui goal tersebut dari top managemen sampai level paling bawah. Goal-goal ini yang harus di terjemahkan masing-masing lini dengan sebuah plan dan action. Kaitannya dengan pelatihan apa donk? Dalam setiap setiap strategi untuk mencapai goal, harus di dukung oleh karyawan yang kompeten, bagaimana jika sebuah perusahaan yang memiliki goal yang sudah jelas namun tidak ada karyawan yang mampu untuk mengerjakannya. Oleh karena itu dibutuhkan karyawan yang kompeten.

Menjadikan karyawan yang kompeten tidaklah pekerjaan yang mudah, dibutuhkan sinergi antar lini untuk mewujudkannya, sedangkan dirigennya adalah lini Human Resources, khususnya untuk bagian Organization Development. Matriks kompetensi masing-masing jabatan haruslah jelas, dan tentunya akan berubah seiring dengan goal-goal baru perusahaan, kapankah matriks kompetensi perusahaan anda diubah?. Di matriks kompetensi inilah jelasnya bahwa setiap karyawan memiliki hak untuk mendapatkan pelatihan guna menunjang pekerjaanya. Pelatihan ini dilakukan secara serempak dan seiring dengan bisnis perusahaan dan dilakukan massif dan tanpa henti. Dari top management sampai level bawah.

Bagaimana korelasi pelatihan dan performance perusahaan? Kompetensi karyawan merupakan salah satu parameter untuk mendukung performance-nya. Oleh karena itu jika perusahaan memberikan sebuah pekerjaan kepada karyawan baru maupun yang lama, pertama adalah mengukur bagaimana kompetensi karyawan tersebut dalam pekerjaan ini. Oleh karena itu menjadi tanggung jawab perusahaan untuk membuat kompeten perusahaan sebelum memberikan pekerjaan. Di perusahaan Indonesia masih banyak perusahaan yang menggunakan sistem terbuka, artinya apabila ada kebutuhan karyawan yang memiliki kompetensi tertentu, tidak meng develop karyawan yang sudah ada, namun dengan hire dari luar. Kondisi akan berbeda jika, perusahaan tersebut adalah perusahaan setengah tertutup, untuk mendapatkan karyawan yang dapat mengisi posisi tersebut maka diharuskan untuk men develop dari posisi di bawahnya atau posisi yang sejajar. Grand desain ini disusun oleh Organization Development bagaimana organisasi ini akan berkembang sesuai dengan goal-goal perusahaan.

Kondisi diatas adalah kondisi ideal, namun bagaimana jika anda sebagai karyawan yang ternyata masuk ke dalam sebuah perusahaan yang memiliki managemen perusahaan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Tidak pernah dipenuhi kompetensinya namun dituntut dengan pekerjaan yang belum anda kuasai, atau selama kerja di perusahaan tersebut tidak pernah di berikan pelatihan. Kondisi ini mungkin bisa terjadi sama sebagian besar karyawan yang bekerja di perusahaan. Jika karyawan miliki perspektif bahwa perusahaan hanya menginginkan maksimal namun tidak memberikan sarana untuk dapat melakukan pekerjaan tersebut, maka yang terjadi bisa mengakibatkan menurunnya kepuasan kerja di perusahaan tersebut. Apa yang dapat diharapkan dari karyawan jika sudah merasa tidak puas bekerja di perusahaan tersebut? Bisa dapat dibayangkan oleh pengusaha jika memiliki almost karyawan yang tipe seperti ini.

Jika perusahaan menginginkan kenaikan performance karyawan dalam memberikan service kepada pelanggan, maka langkah pertama yang dapat dilakukan adalah memberikan kepuasaan kepada karyawan terlebih dahulu. Satu diantaranya adalah dengan memberikan kesempatan karyawan untuk berkembang dan memiliki kompetensi yang dibutuhkan di dalam perusahaan tersebut.

Bagaimana cara mengukur efektifas pelatihan, jika ternyata selama ini ada managemen perusahaan yang menanyakan bahwa pelatihan itu tidak ada gunanya dan bahkan menambah beban perusahaan. Perusahaan setiap tahunnya dapat membuat budget per karyawan untuk biaya pelatihan ini, kemudian di akhir tahun diukur, berapa profit perusahaan kemudian dibagi ke jumlah karyawan. Kontribusi per karyawan : Profit perusahaan/Jumlah karyawan

Hal ini akan memunculkan angka, bahwa per karyawan memiliki kontribusi sekian juta rupiah terhadap keuntungan. Hal ini dapat dibandingkan bagaimana trend lima tahun kebelakang dan kemudian di korelasikan dengan investasi pelatihan yang sudah dijalankan tahun itu dan juga dibandingkan investasi pelatihan dalam lima tahun ini. Angka-angka yang muncul dapat dianalisa, apakah cost pelatihan yang setiap tahun cenderung naik/turun apakah berkorelasi dengan kontribusi profit setiap karyawan. Tentunya kontribusi profit ini tidak hanya dikarenakan karena adanya pelatihan saja, namun harus di analisa dengan detail, apa saja yang mempengaruhi growth/lost profit tahun itu. Misalnya saja 10% disumbang karena kebijakan baru dalam lauching produk, 5% disumbang oleh penggunaan mesin yang baru, dan misalnya saja 4% dikarenakan naiknya kepuasan pelanggan terhadap layanan perusahaan. Kemudian di korelasikan dengan sumbangsih itu dikarenakan kompetensi dan performance karyawan di perusahaan tersebut. Parameter yang dapat diukur, harus dapat diukur dan diterjemahkan ke dalam data yang valid. Oleh karena itu pelatihan harus jelas tujuan maupun sasarannya sehingga tepat daya dan tepat guna.

Jika sumbangan positif tentunya perusahaan akan happy bahwa pelatihan memberikan dampak yang positif kepada profit perusahaan, namun jika kondisinya berbeda, misalnya kerugian disebabkan karena faktor pelayanan, faktor ketidak tercapainya target dari pelanggan atau dikarenakan mesin mengalami breakdown yang tidak sesuai dengan plan dikarenakan kurang kompetennya karyawan dalam menjalankan pekerjaannya. Bagaimana jika ini menjadi top problem dalam sumbangsih loss perusahaan tahun itu.

Siapa sih yang seharusnya diberikan pelatihan di dalam perusahaan? Apakah semuanya atau yang memiliki performance yang bagus ataukah yang memiliki performance yang kurang? Jawabannya adalah semua bisa dan boleh diberikan pelatihan tergantung dari tujuan pelatihan tersebut. Misalnya diberikan kepada semua karyawan berkaitan dengan corporate culture, misalnya diberikan kepada yang memiliki performance yang bagus dengan pelatihan untuk pemenuhan kompetensi yang lain yang berhubungan dengan pekerjaan tersebut ataupun ditujukan kepada yang memiliki performance yang kurang misalnya motivation training.

Menilai perusahaan yang memiliki komitmen pengembangan karyawan, tidaklah susah, misalnya bagaimana perusahaan tersebut dalam membuat budget tahunan, berapa alokasi untuk pengembangan karyawan ini, kemudian bagaimana komitmen dari top managemen dalam hal mengembangan karyawan. Jika ingin melihat seberapa besar komitmen managemen bisa dilihat dari alokasi waktu untuk melakukan aktivitas yang berkaitan dengan pengembangan karyawan. Jika ternyata perusahaan anda dalam budget tahunannya hanya memberikan budget yang sangat kecil dibandingkan dengan kebutuhan lain, atau bahkan tidak ada. Sedangkan top managemen tidak memiliki waktu untuk mengembangkan karyawan dan memiliki agenda untuk itu. Bagaimana perusahaan anda dapat dipercaya bahwa karyawan adalah asset perusahaan?