Bagaimana Cara Mengendalikan Emosi

August 18, 2016 | By admin | Filed in: Arsip Konsultasi Psikologi.
Bagaimana Cara Mengendalikan Emosi

Bagaimana Cara Mengendalikan Emosi

Pernyataan

Nama : Dhita
Alamat Email : dhxxxxxxti@yahoo.com

Kenapa ya saya mudah sekali emosi dan tidak bisa menahan amarah,banyak orang yang tidak suka dengan sifat saya,tolong beri solusinya.tq

Jawaban

Emosi mudahnya adalah dorongan untuk bertindak, dorongan ini bermacam-macam tergantung dari stimulus yang ada dari lingkungan luar. Orang akan senyum atau tertawa jika ada kejadian yang di persepsikan lucu atau orang akan menangis jika ada sebuah kejadian yang dipersepsikan tidak mengenakkan. Kata dipersepsikan artinya bersifat subjectif, dan inilah yang kadang orang sebut sebagai perasaan. Emosi mengandung perasaan, oleh karena itu dengan adanya stimulus yang sama dapat dirasakan berbeda. Emosi ada beberapa jenis diantaranya marah, sedih, takut, malu, jengkel dan senang. Sedangkan untuk penerapannya terutama di budaya Indonesia, emosi di kaitan dengan marah.

Marah sendiri adalah sebuah sebuah perasaan yang digunakan untuk menggambarkan sebuah peringatan kepada stimulus atau orang disekitarnya untuk menghentikan stimulus yang diberikan. Mudahnya adalah sebuah perasaan ketidaksukaan terhadap sebuah situasi, misalnya diejek, dipermalukan dan lainnya. Masing-masing orang memiliki banyak respon jika memiliki perasaan marah ini. Dhita menggambarkan jika mudah sekali emosi dan mengungkapkan kemarahan tersebut kepada orang disekitarnya sehingga banyak yang tidak suka kepada Dhita, terus bagaimana cara mengendalikan emosi ini?

Setiap orang dalam rangka bergaul dengan orang lain, kadang kala memang ada sebuah situasi yang tidak mengenakkan. Apapun peristiwa tersebut. Didalam ketidak sesuaian dengan nilai-nilai yang Dhita memiliki, misalnya tidak sudah dibandingkan, tidak suka di ejek ataupun lainnya, dan lingkungan ternyata melakukan itu. Ketika Dhita mengungkapkan baik itu dengan verbal ataupun tingkah laku kepada orang di sekitar Dhita, maka jika itu berlebihan seperti yang Dhita bilang akan banyak yang tidak suka. Di dalam berinteraksi dengan lingkungan salah satu point penting yang bisa Dhita lakukan adalah conformity terhadap lingkungan, yang saya maksud conformity adalah usaha dari Dhita untuk mencoba menyesuaikan nilai dengan lingkungan. Ini adalah salah satu untuk mengurangi ketidaksesuaian antara Dhita dengan lingkungan.

Respon bagaimana jika sudah melakukan hal tersebut dan masih sering menemui situasi yang membuat perasaan dhita marah? Jika dalam situasi yang sama, maka gunakan rasional untuk menentukan langkah yang tepat dari situasi tersebut. Pertimbangan rasional ini meliputi, apa respon yang pantas, bagaimana cara meresponnya, apa dampak yang ditimbulkan jika merespon dengan yang ini atau yang itu. Pertimbangan-pertimbang logis ini bisa dhita gunakan sebagai dasar untuk memutuskan tingkah laku yang diambil. Sebagai contoh, jika adik Dhita menghilangkan pensil, dan menyampaikan kepada dhita, maka timbanglah respon yang tepat terhadap situasi ini, apakah akan memarahinya bahkan sampai menjewer telingannya, atau memaafkan dan menasehati bahwa untuk lain kali lebih hati-hati lagi jika menjaga barang yang dipinjam. Dua respon tersebut tentunya akan memiliki efek yang berbeda jika dilakukan oleh dhita, misalnya jika respon dhita marah sejadi-jadinya, kemungkinan efeknya adik dhita tidak suka bermain dengan dhita dan dhita pun bisa dimarahi oleh orang tua. Sedangkan respon yang kedua, bisa jadi adik dhita lebih saying kepada dhita. Pertimbangkan lebih dahulu setiap perilaku yang akan diambil. Jika dirasa efeknya akan membuat situasi memburuk dan keadaan makin parah lagi, maka jangan pilih tindakan marah tersebut.

Marah memang tidak dilarang, namun marah pada kondisi yang tepat dan tidak berlebihan, terus apa ada kondisi untuk marah yang tepat? Kondisi yang tepat ini tentunya masing-masing individu, namun guidance-nya saat dimana kondisi yang ada benar-benar sangat mengganggu nilai-nilai dari dhita, sangat tidak sesuai dengan norma yang seharusnya. Boleh marah namun tidak berlebihan dan focus marah pada tingkah laku yang dilakukan bukan kepada person yang melakukan, dan dalam mengambil respon pengungkapan marah pun harus tetap mempertimbangkan aspek rasional.


Tags:

2 comments on “Bagaimana Cara Mengendalikan Emosi

  1. heri says:

    thanks gan infonya.. semoga bisa membantu

Leave a Reply