Begadang Insomnia Penyebab dan Efeknya

June 24, 2014 | By admin | Filed in: Renungan.
Begadang  Insomnia penyebab dan efeknya @pixabay.com

Begadang Insomnia penyebab dan efeknya @pixabay.com

Ketika mendengar begadang, beberapa dari kita langsung terasosiasi dengan lagunya Rhoma Irama yang berjudul jangan begadang. Namun kenyataannya bedagang menjadi menu tidak bisa ditinggalkan dikarenakan pekerjaan yang sudah deadline atau karena menonton bola terutama masa-masa piala dunia seperti ini. Saya termasuk tidak keduanya yakni tidak dikejar-kerja oleh pekerjaan yang sedang deadline ataupun suka menonton sepak bola. Namun nyatanya saja kadang-kadang juga begadang. Motifnya sebenarnya saya bukan karena tidak ingin tidur, karena melakukan sesuatu. Tetapi lebih karena tidak bisa tidur.

Ya, benar tidak bisa tidur di malam hari. Kadang tidak bisa tidur sampai jam 2 atau 3. Namun biasanya kalau sudah jam 3 sekalian tidak tidur menunggu waktu subuh. Bisa juga saya mengalami insomnia, yakni salah satu gangguan tidur.

Setelah saya analisa kenapa kok saya tidak bisa tidur ini, beberapa hal yang mungkin menjadi penyebabnya adalah:

1. Kebiasaan minum kopi di siang hari

Karena siang hari bekerja, terkadang kantung menyerah, untuk mengatasinya dengan minum kopi, satu atau dua gelas. Bisa yang kopi item atau kopi yang sachet. Kebiasaan minum kopi ini sepertinya bukan sejak saya kecil melainkan sejak saya mulai bekerja. Ketika kuliah pun saya tidak begitu suka dengan kopi. Walaupun ketika itu juga sering insomnia. Minum kopi terkadang memang menambah semangat dan memecah kebuntuan otak yang beku. Hal ini mungkin dikarenakan kopi mengandung zat stimultan yakni kafein. Banyak kali kandungan kafein yang ada di otak ini yang membantu membuat otak lebih semangat. Dan efek atau kandungannya masih sampai malam, sehingga tidak bisa tidur.

2. Kondisi yang panas

Kondisi lingkungan yang panas, terutama kamar yang tidak ada ACnya dengan cuaca seperti ini. Menurut saya cukup menyumbang tidak bisa tidurnya saya. Karena tubuh berkeringat dan terjaga terus. Lampu yang hidup juga mempengaruhi, terkadang untuk bisa tidur saya matikan lampunya. Namun jika memang udara di luar kamar panas, maka suasana kamar tetap panas dan tidak bisa tidur.

3. Kebiasaan tidur yang tidak teratur

Tubuh pada dasarnya memiliki jam biologis sendiri, kapan lapar, kapan mengantuk dan kapan terjaga. Kalau tidak salah dengar, sebelum tubuh merasakan mengantuk maka otak akan mengirimkan hormon dopamin yang membuat tubuh lebih rilex, dan mengantuk. Makin banyak hormon yang di dalam otak, maka tubuh akan memberikan sinyal bahwa kita mengantuk. Berbeda halnya dengan hormon serotonin yang memberikan efek terjaga pada tubuh. Saya terkadang tidur pada jam yang seharusnya tidak tidur dan kadang terjaga pada jam yang seharusnya tidur. Saya biasanya berusaha disiplin untuk mengikuti jam biologis tubuh. Namun kadang-kadang tetap lolos dan menjadikan efek insomnia.

4. Stress

Ketika tubuh stress atau ada tekanan maka secara otomatis tubuh akan merespon dengan mengeluarkan hormon serotonin yang membuat tubuh terjaga dan waspada. Pada umumnya dalam kondisi stress belum tentu cepat menyadarinya. Sama dengan saya juga, terkadang sadar akan stress ini membutuhkan waktu. Padahal secara fisik tubuh sudah memperingatkannya dengan susah tidur. Tapi saya sepertinya untuk kondisi ini jarang sekali. Kalaupun ada barangkali saya yang tidak menyadarinya.

Kemudian apa efeknya untuk tubuh?

Jika dipandang dari sisi positif, ketika tidak tidur malam, maka otomatis otak saya berfikir bagaimana cara untuk mengisi waktu begadang ini. Hal yang biasa saya lakukan adalah membaca, main game dan menulis, seperti yang sedang saya lakukan ini menulis di jam 4:30 pagi. Membaca lebih banyak saya habiskan di internet. Sedangkan untuk temanya bermacam-macam, dari berita sampai hal-hal yang berkaitan dengan marketing dan psikologi. Ketika menulis saya lebih merasa nyaman justru ketika larut malam, atau mengerjakan suatu project kecil untuk diri sendiri. Mungkin saya tipe yang bekerja secara nocturnal J

Apa saja efek negatifnya untuk tubuh?

Efek negatifnya untuk tubuh yang saya rasakan jika mengalami tidak bisa tidur ini, maka otomatis istirahat malam terganggu. Sehingga ketika bangun bagi, tubuh tidak terasa segar. Ketika siang hari maka akan terasa masih capek. Ketika itu maka akan kelihatan sekali jika saya kurang istirahat maka daya konsentrasi saya berkurang. Kalau konsentrasi berkurang maka ide-ide yang munculpun akan lebih sedikit ketika dalam kondisi cukup istirahat.

Sehingga efek agak seriusnya adalah, untuk menyelesaikan satu pekerjaan yang sama, lebih membutuhkan waktu yang lama jika dibandingkan dengan kondisi cukup istirahat. Dan kalau kondisi kurang istirahat ini, maka akan memunculkan keinginan untuk minum kopi. Sehingga ini bisa menjadi sebuah lingkaran.

Tips agar tidak terkena insomnia

Tips agar tidak terkena insomnia secara mudahnya adalah

1. Mengikuti jam biologis tubuh, selalu jaga itu minimal selalu dalam kondisi ideal. Jika biasanya jam tidur anda jam 22:00 maka usahakan setiap jam tersebut baik sudah merasa mengantuk atau belum, maka berangkatlah ke tempat tidur.

2. Kurangi makanan dan minuman yang dapat memicu kondisi tubuh terjaga seperti kopi, the dan misalnya minuman supplemen lainnya. Maksimal jika ingin mengkonsumsinya adalah 3-4 sebelum tidur.

3. Minumlah susu hangat sebelum tidur, menurut ahli kesehatan yang pernah saya dengar, suhu hangat mengandung zat yang dapat mendorong otak untuk mengeluarkan hormon dopamin yang dapat memicu rasa kantuk dan nyaman untuk anda.

4. Setting ruangan senyaman mungkin, baik pencahayaan, suhu dan pernak-pernik kamar yang membuat anda nyaman untuk istirahat, beberapa orang menyarankan untuk tidak mendekatkan tempat kerja dengan tempat tidur. Sehingga tempat tidur hanya untuk tidur saya, tidak ada aktivitas yang lainnya.

5. Kurangi penggunaan gadget, layar pada gadget cenderung terang dan membuat mata lebih terjaga, oleh karena itu menjauhkan gadget sebelum tidur, sepertinya langkah yang perlu dicoba

Sekian dulu ya


Leave a Reply