Halte Busway tidak ada Mushola dan Toilet

May 18, 2014 | By admin | Filed in: Renungan.
halte busway tidak ada mushola dan toilet

halte busway tidak ada mushola dan toilet; commons.wikimedia.org

Sebagai salah satu moda transportasi massal di Jakarta, tentunya pasti mengenal yang namanya Busway yang dikenal juga sebagai transjakarta. Sebagai orang yang pernah ke Jakarta dan beberapa kali menunggukannya. Review ketika menggunakan busway ini diantaranya adalah:

1. Murah, melewati banyak halte, mau salah jalur, kembali lagi dan sebagainya tarif normalnya yakni Rp. 3500. Kalau sebelum jam 07:00 malah hanya Rp.1500.

2. Kadang cepat dan kadang lambat tergantung situasi jalanan di Jakarta, kalau macet, bisa 3 kali lipat waktu normal jika ditempuh dengan bus biasa.

3. Ada busnya yang baru, namun ada juga yang sudah buluk dan ACnya mati, so kadang sampai ganti bus di halte berikutnya.

4. Kadang sepi, gak ada orang, kadang padat banget sampai tidak muat. Tergantung pada jam berapa naik busnya dan hari apa. Kalau pas penuh, bisa 4-5 kali busway yang lewat baru bisa naik. Itupun berdiri dan berdesakan bersama keringat-keringat.

5. Tidak ada Mushola, so harus turun dulu kalau mau Sholat, apalagi kalau jaraknya jauh, naik busway lama yang diperkirakan kalau sampai tujuan waktu sholatnya sudah habis. Barang kali ini juga dirasakan oleh sebagian Umat Muslim yang naik Busway, terutama sepulang kerja yakni jam 17:00 yang kadang sampai tujuan bisa jam 19:00-20:00.

6. Tidak ada Toilet, saya harus mengestimasi jumlah minuman yang saya konsumsi kira-kira sampai tujuan tidak ingin buang air kecil. Tetapi jika anda sudah mendesak untuk buang air kecil maupun besar, tentunya harus turun dulu, orientasi medan dan belum tentu ketemu.

Dari review tersebut, saya menyoroti yang point 5 dan 6 saja. Sebesar Transjakarta yang mengelola moda transportasi umum semisal Busway yang telah memiliki banyak halte, dalam kajian awal pembangunannya tidak menyertakan 2 kebutuhan top priority, entah diabaikan atau tidak ada yang membahasnya.

Halte Busway tidak ada Mushola dan Toilet

Mushola, bagi umat muslim sangatlah vital, sedangkan untuk toilet, ini adalah vital bagi semua orang, dimanapun, kapanpun dan dalam keadaan apapun. Dua fasilitas ini saya kira sudah banyak yang menyuarakan kepada Transjakarta, namun belum ditanggapi atau di top prioritaskan.

Ketika ingin mengalihkan dari pengendara bermotor ataupun bermobil ke moda transportasi massal, tentunya diimbangi dengan berbagai macam fasilitas yang memadai. Semisal kebersihan halte, kemudahan untuk mengakses halte, banyaknya halte, harga yang memadai, seberapa cepat, seberapa nyaman dan sebagainya. Kalau unsure-unsur pokoknya terpenuhi, bahkan ada unsur tersier atau mewah yang terpenuhi maka lebih dimungkinkan orang untuk berpindah ke layanan itu. Lha bagaimana mau pelayanan mewah atau tersier di penuhi, layanan pokok yang minimal ada belum lengkap, bagaimana bisa menggaet lebih banyak lagi pengguna.

Mushola dan toilet, hampir ada disetiap bangunan publik yang berhubungan dengan transportasi, semisal station, terminal, bandara, ataupun gedung, mall dan sebagainya. Bahkan bis malam atau bis antar kota saja ada toiletnya. Kondisi ini tentunya ironis terjadi di halte busway yang tidak ada.

Sebagai pengguna moda ini, saya bukan unjuk rasa atau demontrasi kepada pengelola yakni BLU Transjakarta, namun mendukung untuk membangun Mushola dan Toilet ini di Halte-halte yang besar atau halte transit sehingga Busway ini makin menjadi pilihan warga Jakarta untuk melakukan aktivitasnya. Dukungan ini saya suarakan kepada pengelola busway, BLU Transjakarta dibawah Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta.

Dukungan untuk membuat Mushola dan Toilet ini sebaiknya dilakukan, agar pengelola makin memperbaiki fasilitas sehingga makin banyak pengguna yang merasa nyaman dari menggunakan moda yang lain.


Tags: , , , , ,

2 comments on “Halte Busway tidak ada Mushola dan Toilet

  1. Aisah K says:

    No 5 dan 6 memang bener2 ga ada kayanya 🙂 soalnya haltenya kan kecil2 begitu, ditengah jalan pula

Leave a Reply