Iklan Ini Sering Muncul di TV, Tapi…

May 5, 2014 | By admin | Filed in: Waktu Senggang.

Cara Membuat Iklan di TV

Iklan merupakan salah satu komunikasi antara penjual dengan pembeli, baik untuk branding suatu merk, meningkatkan penjualan ataupun mempertahannya. Banyak yang berlomba-lomba untuk menciptakan iklan yang mengena di pikiran dan hati yang melihat. Banyak media, namun yang paling menjangkau di Indonesia sekarang adalah lewat Televisi. Walaupun mahal, namun menjadi primadona untuk produsen yang ingin produknya dikenal.  Perusahaan rela untuk menggelontorkan dana yang tinggi, dengan harapan akan berimbas ke penjualan produknya. Produsen akan berlomba-lomba, bagaimana cara membuat iklan di TV yang populer. Tapi dunia pertelevisian termasuk yang paling rentan terhadap kritis, karena begitu datang krisis, maka produsen akan mengurangi budget untuk iklannya.

Produsen yang paling banyak menciptakan iklan yang booming dan menjadi populer adalah industri rokok. Tentunya tidak serta merta mereka mendapatkannya, atau dengan asal-asalan untuk membuatnya. Banyak konsultan periklanan yang bermain di situ. Industri ini paling getol iklan di televisi untuk menggaet kaum muda Indonesia untuk menjadi pelanggan rokoknya. Bisnis yang tidak terpengaruh dengan krisis.

Konsultan periklanan inilah nantinya yang akan mengkonsep bagaimana iklan ini efektif ketika ditayangkan, baik dengan kata-kata yang menggunakan NLP (Neuro Linguistic Program), yang menyerang unconscious manusia ataupun yang lain, yang akan membuat konsumen tertarik mencoba produk tersebut. Walaupun banyak yang menggunakannya, namun ada kalanya respon dari konsumen ini, datar saja, kalaupun ada tingkah laku yang timbul, justru dilaporkan ke KPI karena iklannya terlalu vulgar.  Ada beberapa iklan yang menurut pendapat penulis, hal ini adalah fail iklan. Berikut iklan yang saya maksud:

1. Iklan Vanish, cairan penghilang noda pada pakaian

2. Iklan Isocup versi joget

3. Iklan Isocup versi Cardio

Mengapa penulis menggolongkan fail, dimana untuk mengkomunikasin produk ke konsumen

1. Untuk iklan Vanish, untuk konten iklannya tidaklah bermasalah. Namun perhatikan penggunaan kata Vanish untuk penggunaan merk produk ini? Apa asosiasi anda ketika mendengar kata ini? Kemudian lihat iklannya, apabila diucapkan dengan cepat, maka asosiasinya akan seperti yang anda bayangkan. Karena produk ini yang memakai adalah khususnya perempuan, ketika membeli ataupun menyebut merk ini maka akan sungkan. Otomatis akan berpengaruh terhadap penjualan.

2. Iklan Isocup. Ketika penulis menulis artikel ini, sangat gencar sekali iklannya. Dimana ada dua versi, yakni yang joget dan cardio. Kalau dibilang unik, iklannya unik. Different, namun ketika artis iklan tersebut menjilat keringat teman ataupun keringat sendiri. Tentu otak anda sudah mengasosiasikan bagaimana rasa dari produk ini, Coba jawab, apa rasa produk ini? perasaan tidak enak, jijik akan mengurangi motivasi tingkah laku orang untuk membeli produk ini.


Tags: , , , , , ,

Leave a Reply