Ingin Menikah Namun Masih Kuliah

February 25, 2015 | By admin | Filed in: Arsip Konsultasi Psikologi.

pernikahan

Pertanyaan
Nama : Anis
Alamat Email : anixxxxxxxxh9@gmail.com

assalamu’alaikum pak/bu. saya anis usia 20. saya kuliah udah semester 5, saya ingin sekali fokus dalam kuliah, dan memperbnyak teman. tetapi fikiran saya selalu terganggu. fikiran saya terganggu karena beberapa hal yang sering bahkan setiap hari saya fikirkan, yaitu “MENIKAH”. saya diajak oleh pacar saya untuk menikah karena usianya sekrang menginjak 30 tahun. tetapi saya belum siap mental untuk menjalaninya. saya malu sama teman2 ( karena mereka belum ada yang menikah dalam kuliah ) , saya malu sama taante ( karena saya tinggal dirumah beliau, dan beliau berharap saya bisa selesaiin kuliah ), saya malu sama guru2 ( karena sebelumnya mereka sudah memesan sy harus sampai sukses) . saya malu sama mbak ( kareena sampai saat ini mbak belum dapat pacar )disamping itu juga, saya sangat mencintai dan menyayangi pacar saya. , saya kasihan melihat usianya sudah berkepala 3 . orang tua saya sudah setuju kalau saya pacaran dengnnya, bahkan alm. bapak sangat setuju kalau saya pacaran sampai jenjang pernikahn. saya bingung untuk memilih :'( . saya merasa tua karena memikirkan hal ini . orang2pun melihat saya seperti orang yang sudah berumur 25an . . mohon masukannya pak /bu.

Jawaban

Anis, menikah merupakan salah satu moment penting dalam kehidupan seseorang, yang dimungkinkan hampir setiap orang yang normal ketika memikirkan atau memutuskan untuk menikah. Banyak faktor yang menjadi pertimbangan ketika seseorang akan menikah, dari kesiapan mental dan kesiapan mental. Pernikahan adalah salah satu perjanjian dengan pasangan dalam ikatan dimana didalamnya ada kewajiban dan juga ada hak yang harus dipenuhi. Oleh karena itu, seseorang menikah dianjurkan sudah dewasa, minimal dapat bertanggung jawab terhadap pasangannya, mengetahui kewajiban dan haknya.
Di dalam kasus yang Anis alami, dimana pacar meminta untuk segera menikah, orang tua sudah setuju, namun ada sebuah kondisi yang menurut Anis belum memungkinkan, yakni masih kuliah, dan malu kalau harus menikah tetapi masih kuliah.
Ketika Anis memutuskan untuk berpacaran, tentunya dengan sadar bahwa salah satu konsekuensinya adalah adanya kemungkinan untuk hubungan tersebut menjadi sebuah hubungan yang legal secara hukum, agama maupun sosial yakni menikah. Apakah itu cepat ataupun lambat. Jika Anis belum menerima ajakan pacar untuk menikah dengan alasan yang disebutkan di atas, seolah-olah bahwa menikah itu akan mengganggu kuliah, sebuah peristiwa yang memalukan dikarenakan masih kuliah, dan akan menghalangi kesuksesan Anis. Ini yang menurut saya, harus dipertimbangan ulang, apakah benar anggapan tersebut.
Menikah merupakan sebuah moment yang bahagia, itu menurut saya, even banyak yang harus di siapkan, namun yakinkan bahwa peristiwa menikah adalah bertambahnya kebahagiaan, yang tentunya dapat memberikan efek yang positif untuk kehidupan Anis, Namun jangan pula dipaksakan jika memang keadaan kurang memungkinkan, baik itu terkait dengan pertimbangan internal Anis, baik kesiapan untuk menjadi seorang istri dengan hak dan kewajibannya menurut saya lebih penting dibandingkan dengan pertimbangan kecemasan dan ketakutan yang Anis sampaikan.
Konsultasikan juga dengan orang tua, pertimbangkan perbagai pertimbangan, apakah memungkinkan atau tidak jika menikah ketika masih kuliah, dan apa planning atau rencana Anis jika jadi menikah dengan pacar dengan kondisi sekarang. Jika orang tua menyatakan setuju atau bahkan menganjurkan dan Anis sudah yakin dengan pacar dan siap menjalani menjadi seorang istri, pertimbangkanlah untuk segera menikah.


Leave a Reply