Begini Alasan Orang Menggunakan Kata-kata Bijak

October 12, 2016 | By admin | Filed in: Renungan.

Kata-kata bijak

Kata-kata bijak banyak digunakan baik anak kecil, remaja, dewasa maupun oleh orang tua. Banyak kata-kata bijak yang terkenal di internet, baik yang diucapkan oleh politis, pujangga, motivator ataupun yang tidak tahu dari siapa namun terkenal. Kata-kata bijak ini biasanya digunakan untuk update status di media sosial baik facebook, twitter, blog ataupun yang lain. Ketika kata tersebut ditulis di media sosial, biasanya akan mengundang reaksi dengan like ataupun komen. Termasuk saya suka meniru ataupun menjadi kata-kata yang unik baik dari syair ataupun yang lainnya untuk saya update mulai yang berbahasa inggris, Indonesia maupun jawa. Yang terakhir in di media sosial, walaupun saya tidak ikut menggunakan adalah aku ra popo yang di populerkan oleh salah satu calon presiden RI. Walaupun akhirnya banyak digunakan sebagai sebuah parodi melalui status maupun gambar.

Berdasarkan analisa saya, mengapa orang menggunakan kata-kata bijak digunakan untuk status, tulisan blog ataupun yang lain adalah:

1. Menyembunyikan maksud ataupun tujuan dari penulis. Kalau golongan ini termasuk saya, saya biasa memetaforakan situasi atau kondisi yang sedang saya pikirkan atau konsenkan untuk saya update di status, dan biasanya tidak secara eksplisif disampaikan dengan menggunakan kata-kata yang lugas. Tujuannya walaupun media sosial adalah untuk melindungi kondisi diri diketahui oleh orang lain. Penggunaan ini bisa didasarkan karena tipe kepribadian tertentu, misalnya sebagai seorang introvert. Walaupun saya bukan golongan ini.

2. Ingin dikenal/diakui sebagai orang yang wise atau bijaksana. Kalau saja, bukan golongan ini, biasanya digunakan untuk menyikapi situasi atau kondisi yang sedang dialami dengan menggunakan kata-kata bijak, misalnya. Badai pasti berlalu, kegagalan adalah sesuai yang tertentu atau yang lainnya. Status walaupun menurut sebagian orang adalah mencerminkan pribadi orang, menurut saya analisa ini tidaklah selalu benar adanya. Perlu analisa kata yang diselipkan oleh orang ketika membuat status. Bisa jadi, kata-kata yang ditampilkan positif, namun pada dasarnya sikap dan tingkah laku yang ditunjukkan adalah negative. Analisa lebih mendalam, sangat diperlukan.

3. Memberikan motivasi untuk diri sendiri ataupun orang lain. Ketika sedang mengalami sesuatu yang kurang mengenakkan, ada kalanya orang ingin memberikan motivasi dengan kata-katabbijak, namun dikarenakan keterbatasan diri, maka dengan menggunakan kata-kata orang lain yang lebih terkenal, popular ataupun yang lain. Namun untuk tujuannya menyemangati orang lain, biasanya dilakukan oleh orang yang ingin jadi motivator, ataupun memang dia menyatakan diri sebagai motivator, walaupun banyak diantaranya tidak ingin disebut sebagai motivator, inginnya disebut coach, katalisator atau provokator :-). Orang yang secara dasar ingin memberikan nilai positif ataupun motivasi kepada orang lain ini biasanya time linenya di sosial media dipenuhi dengan kata-kata orang terkenal dalam dan luar negeri, politikus, motivator lain yang lebih terkenal. Tujuannya salah satunya adanya untuk mengukuhkan diri bahwa dia sedang memberikan nilai positif kepada orang lain. Namun perlu diingat bahwa motivator adalah hanya memberikan dorongan yang belum tentu dikerjakan oleh orang yang memberikan motivasi tersebut. Yang menurut saya lebih penting adalah tingkah laku atau tindakan yang biasa dia lakukan. Itu lebih real dari sekedar kata-kata. Istilah kerennya adalah amal. Banyak motivator yang tidak sesuai dengan sikap dan perilaku aslinya, dia hanya berlindung dibalik kata-katanya. Istilahnya menjual kata-kata.

Terlepas dari analisa dasar ketiga tujuan tersebut, bisa jadi ada banyak lain lagi motivasi orang menuliskan kata tersebut di media sosial, media massa atau diucapkan kepada teman, murid ataupun yang lainnya.


Tags: , , , , , ,

Leave a Reply