Mengatasi Hambatan Diri

February 25, 2015 | By admin | Filed in: Arsip Konsultasi Psikologi.

Masalah

Pertanyaan

Nama Pajrian
Alamat Email tahrimi_pajri@yahoo.co.id

Assalamualaikum,,
salam hangat…
perkenalkan saya tahrimi pajri, laki-laki berusia 18 tahun,, yang sebentar lagi akan beranjak 19 tahun.. saya baru lulus tahun 2014 kemaren, setelah lulus saya pernah bekerja di Alfamart selama 2 bulan, kemudian keluar dan selang 2 minggu saya kembali bkerja di sebuah pabrik . . . dan berhenti lagi selama 2 bulan disana, tepatnya 15 november 2014,, terakhir saya bekerja, dan sampai sekarang pun masih belum bekerja karena saya nya pun tidak berusaha untuk mencari pekerjaan baru,,yang saya permasalahkan ialah dalam diri saya itu mudah menyerah hanya karena suatu hal yang seharusnya bisa dihadapi, contoh rasa malas saya, hambatan di pekerjaan baik dari atasan maupun seniornya, hal yang paling utama yang membuat saya mudah menyerah karna rasa gairah atau rasa motivasi dalam diri saya tidak ada,,, saya sendiri sadar akan kesalahan ini semua, memang pas awal lulus sekolah, saya lebih ingin kuliah dibanding langsung bekerja, tapi karena tidak ada biaya, kuliahpun belum bisa, padahal pas masih sekolah dulu saya senang dengan adanya pelajaran, semangat dalam belajar, tapi kalau bekerja rasa semangat itu tidak ada.. Sedangkan saya lebih ingin belajar, dan sekarangb hanya mengikuti kursus bahasa inggris, tapi kalau saya tidak bekerja, tidak bisa mengumpulkan uang buat kuliah dan hanya membebankan orang tua, dan tmpat kuliahnya pun saya ingin yang negeri bukan swasta,,,.. Penyebab ini semua atas diri saya yang belum bisa menerima keadaan ini serta kurangnya bersyukur,, Hal apa yang harus saya lakukan dari sekarang ? agar waktu kedepan tidak sia-sia untuk mencapai masa depan nanti, dan agar saya bisa merubah semua keadaan diri,, !
Mohon maaf atas segala kekurangan dan sebelumnya terimakasih atas jawabannya..
Wassalamualaikum..

Jawaban
Waalaikum Salam Wr. Wb.
Pajrian, beberapa hal yang dapat saya sampaikan berkaitan dengan pertanyaan yang diajukan. Pertama, saya merasa senang Pajrian, mampu menjelaskan dengan detail akan permasalahan yang sedang dihadapi, dan berusaha untuk mengurangi faktor penyebab. Faktor penyebab yang disampaikan juga sudah detail dan saya fikir Pajrian sudah mengetahuinya sendiri. Namun nampaknya Pajrian kesulitan untuk merubah keadaan yang sedang sedang dialami. Keadaan ini memang tidak hanya dialami oleh Pajrian namun jamak dialami oleh remaja yang memiliki usia seumuran.
Keinginan untuk kuliah di Universitas Negeri yang diinginkan, tentu Pajrian ketahui sendiri itu tidak mudah, dan harus ada usaha yang lebih untuk mencapainya, apakah itu berkaitan dengan akademik maupun berkaitan dengan faktor biaya yang sudah disampaikan. Jika sudah menetapkan target akan kuliah, maka yang perlu dilakukan adalah membuat rencana/planning yang detail untuk mencapainya. Misalnya akan kuliah ditahun 2016, di Universitas apa, dan kalkulasikan minimal biaya masuknya, kemudian susun rencana untuk mencapainya, apakah dengan mengikuti dengan rajin setiap hari untuk mempersiapkannnya, kemudian berkaitan dengan biaya, sebagaimana yang sudah kamu ketahui bahwa untuk mendapatkannya dengan bekerja, maka kalkulasi juga pendapatan yang mungkin jika bekerja, satu bulan mampu menabung berapa, bandingkan dengan rencana kapan akan kuliah, pada waktunya hitung apakah akan mencukupi atau tidak. Kemudian jika sudah direncanakan dengan matang, maka yang lebih penting adalah focus akan target dan konsisten untuk menjalani jalan untuk mencapai target itu. Sebagaimana hukum fisika, bahwa Gaya berbanding lurus dengan Usaha, hal ini dapat diartikan bahwa semakin Fajrian menginginkan target tersebut akan berbanding lurus dengan usaha yang akan dilakukan.
Hambatan yang ada dalam diri Pajrian yang sudah disampaikan seperti mudah menyerah, malas dan kurang fokus dalam bekerja. Ini adalah sebagai faktor penyebab yang akan menyumbang kegagalan dalam mewujudkan target yang hendak di capai, semakin berusaha untuk mengurangi hambatan maka akan semakin membuka peluang lebih besar untuk tercapainya target. Terus bagaimana cara untuk mengurangi hambatan tersebut, banyak cara yang dapat ditempuh, namun prinsipnya konsisten terhadap usaha yang dilakukan jika itu sudah direncanakan dan yakin akan dapat mencapai target. Apakah ini mudah? Tentu saja tidak, namun jika tidak dilakukan maka banyak konsekuensi logis yang dapat terjadi misalnya target kuliah tidak tercapai, kerjapun tidak maksimal. Jadi banyak pilihan jalan yang dapat di pilih.
Merubah diri sendiri, sama halnya menciptakan sebuah perilaku yang baru, jika ingin merubah diri sendiri dengan cepat adalah dengan merubah perilaku yang menurut Fajrian tidak baik atau tidak sesuai dalam mencapai target, diganti dengan perilaku yang akan mendukung target tersebut. Perubahan perilaku didahului oleh perubahan sikap, oleh karena itu cara pandang Fajrian baiknya disesuaikan terlebih dahulu. Jika sikap dan perilaku sudah sejalan, maka ini akan menjadi sebuah kebiasaan. Success Is an attitude!


Leave a Reply