Mengatasi Kecemasan Ketika Bertemu Guru

April 20, 2015 | By admin | Filed in: Arsip Konsultasi Psikologi.
Mengatasi Kecemasan Ketika Bertemu Guru

Mengatasi Kecemasan Ketika Bertemu Guru

Nama: Harfi

Email: ifrxxxxxxxxxxxani@yahoo.co.id

Pertanyaan:

Saya adalah remaja berumur 15 tahu, saya sering sekali mengalami kecemasan /ketakutan yang berlebihan terhadap sesuatu. contoh nya saja, saya takut dengan guru, saya tau guru tersebut tidak akan mencelakan say atau apalah. tapi sya selalu takut bertemu dengan guru, saya takut jika tingkah saya salah di depan gru tersebut, atau ucapan saya salah terhadap guru tersebut. jadi jika dijalan saya akan berpapsan dengan guru yang saya kenal, saya akan merasakan “deg degan dan rasa takut” terkadang saya bersikap salah ketika bertemu dengan guru tersebut. dan saya adalah orang ang selalu tepat waktu.

Bila waktu nya masuk kelas ya ,saya masuk kelas, suatu wak tu, ketika itu guru matapelajarn tidak masuk ke kelas saya, teman saya pun mengajak untuk keluar kelas, padahal dalam jam pembelajaran tdk diboleh kan untuk keluar kelas walaupun gurunya tdk ada, saya tentu sajaa tdk mau keluar kelas, hingga akhirnya saya terus dipaksa oleh teman saja untuk keluar kelas, sebenarnya,bnyak orang yang berada di luar kelas, tapi sya merasa ketakutan, takut bertemu guru piket, takut ketahuan td masuk kelas, selma berada di luar kelas saya merasa sangat cemas. padahal teman teman sya sudah menyuruh untuk santai saja, tapi saya tdk bisa tenang, karena ketakutan saya yang berlebihan inilah , perlahan teman teman saya mulai menjauh. jadi say mohon saran dan bantuan nya

 Jawaban:

Harfi, kecemasan tidaklah timbul secara tiba-tiba. Kecemasan pasti ada sebabnya, namun penyebabnya bisa ketika sekarang ataupun sebelumnya. Istilahnya dalam psikologi ada peristiwa yang memicu harfi mengalami kecemasan ketika bertemu dengan guru, mudahnya adalah ada peristiwa yang sifatnya traumatis. Peristiwa tersebut masih terbawa sampai Harfi usia 15 tahun ini. Untuk mengatasi kecemasan ini, langkah pertama adalah menemukan penyebab awal Harfi bisa cemas, apakah itu terjadi ketika masih sekolah TK, atau SD. Efek dari itu bisa jadi sampai sekarang, yakni kecemasan. Kecemasan ini konsepnya adalah ada sebuah ancaman yang nyata ataupun yang tidak nyata. Ini sangat perspektif, artinya bagi orang peristiwa atau kejadian itu biasa namun bagi Harfi itu menimbulkan kecemasan.

Peristiwa itu bisa saja Harfi sudah tidak dapat mengingat kembali, bisa jadi juga masih ingat. Namun walaupun secara sadar sudah tidak ingat, di alam bawah sadar masih ada. Sehingga untuk mengatasinya, jika masih ingat, sehingga menemukan penyebabnya, misalnya karena pernah dimarahi guru atau lainnya. Peristiwa itu, ubah perspektif Harfi, istilah mudahnya adalah berdamai dengan yang pernah terjadi, memaafkan kondisi yang pernah terjadi. Kalaupun sudah tidak ingat, maka hal yang bisa dilakukan Harfi untuk mengatasi kecemasan itu yang dapat di coba adalah dengan mengurangi nilai kecemasan dengan pembiasaan.

Maksud pembiasaan disini adalah dengan membiasakan diri bertemu dengan guru, baik itu di kelas, di kantin atau di luar sekolah. Jika awal-awal tidak berani, maka ajaklah teman untuk sekedar menyapa atau mengobrol. Di awal pasti tidak nyaman dan kecemasan itu meningkat, namun dengan persisten, bertahap dan rutin hal itu dapat dilakukan. Kemudian sampaikan keluhan kecemasan itu sama guru terus terang dan minta bantuan untuk dapat mengatasinya. Guru pasti paham dan akan membantu Harfi untuk mengatasi hal tersebut. Semoga dapat membantu permasalahan Harfi dalam mengatasi kecemasan ketika bertemu guru.


Leave a Reply