Mengenal Tes Psikologi

February 8, 2017 | By admin | Filed in: Karir.
Tes Psikologi

Tes Psikologi

Banyak yang bertanya kepada saya sebagai seorang lulusan S1 Psikologi tentang tes yang ada di psikologi dan kegunaannya. Mereka menganggap bahwa jika saya adalah lulusan Psikologi maka akan tahu tentang tes psikologi. Event bahasan ini hanya sedikit sekali di berikan ketika S1, namun bukan berarti saya tidak bisa memberikan sedikit penjelasan. Banyak yang menyampaikan juga bahwa ilmu ini sengaja disembunyikan entah karena alasannya kode etik atau memang tidak ingin tes ini diketahui oleh banyak orang sehingga kegunaannya tidaklah valid lagi. Namun prinsip saya adalah, yang tidak boleh di sharing adalah alatnya atau cara mengerjakannya, bukan ilmunya. Barang kali ini bisa berbeda dengan pandangan yang lainnya.

Yang perlu pertama dipahami bahwa yang dimaksud tes adalah serangkaian prosedur yang sistematis, objektif yang sudah di standarisasi yang berisikan pertanyaan ataupun latihan. Gambarannya adalah tes ini digunakan untuk menguji, dan menggunakan alat tes tertentu pula. Apa saja yang di tes, banyak, jika di dalam pendidikan misalnya sebagai bahan untuk evaluasi belajar, yang digunakan untuk mengukur peserta didik dalam belajar. Secara umum tes digunakan untuk membedakan, mengelompokkan dan mengukur. Sedangkan jika di pendidikan tes ini digunakan untuk alat pengukur terhadap peserta didik dan pengukur keberhasilan program pengajaran.

Oleh karena itu jika anda mencoba menyontek atau mempelajari soal dan bukan konsepnya sama saja anda tidak memahami konsep dari tes itu sendiri, kalaupun anda memahami namun anda tidaklah benar-benar menginginkan hasil aktual itu sendiri. Fenomena ini banyak di jangkiti para siswa atau mahasiswa yang menginginkan budaya hasil dan budaya proses. Jika yang terjadi adalah budaya hasil, maka akan ada kemungkinan yang lebih besar untuk curang, dibandingkan yang menganut budaya proses. Tes yang digunakan sebagai salah satu bahan evaluasi dalam proses belajar di sekolah maupun di kuliah, event hasilnya adalah berupa nilai, dan jika di sekolah akan menjadi salah satu syarat untuk naik kelas ataupun tidak. Sedangkan untuk yang ada di kuliah menjadi salah satu syarat untuk mengambil jumlah SKS semester berikutnya.

Tes Inteligensi (IQ)

Kaitannya dengan tes psikologi, yakni sebagai sebuah pernyataan, pertanyaan atau tugas yang sistematis untuk memperoleh informasi tentang aspek Psikologi. Dalam psikologi, ada banyak aspek yang diungkap. Namun di sini akan saya bahas yang umum digunakan dalam tes psikologi di Indonesia. Konteks pekerjaan aspek psikologi yang diungkap adalah meliputi, Inteligensi Umum, Kepribadian dan Sikap Kerja. Pertanyaannya adalah kenapa perusahaan atau institusi ingin mengetahui 3 aspek tadi dalam proses rekrutmen? 3 Aspek ini adalah potret diri utama yang ingin diketahui perusahaan untuk menunjang pekerjaan yang diberikan. Inteligensi umum adalah kemampuan individu dalam merespon lingkungan secara efektif, orang menamakannya IQ. Kenyataan di lapangan banyak orang yang dengan mati-matian (barangkali yang sedang membaca ini) ingin mempelajari tes IQ ini, ingin memiliki score tinggi dan kalau bisa benar semua. Well, pada kasus nyata, saya pernah menjadi salah satu team proyek yang sedang menyeleksi karyawan untuk sebuah perusahaan di Jawa Tengah, dari 300an orang yang ikut tes, di dapati beberapa peserta yang berusaha menyontek untuk tes IQ ini, hasilnya adalah yang hampir benar semua dan ada sekelompok deretan yang memiliki nilai yang tinggi untuk score IQ ini. Dari analisa saya, kenapa peserta itu mengetahui alat tes yang digunakan oleh kita sebagai tim penyeleksi, Pertama adalah alat tes yang kami gunakan adalah alat tes yang kuno (mainstream) yang sudah banyak beredar di masyarakat, bahkan di toko buku pun banyak ditemukan yang membahas soal+jawabannya. Kedua, memang sikap dan perilaku peserta yang ingin jalan pindah untuk lolos seleksi. Padahal ketika tes, kemungkinan kecil anda lolos untuk menyontek. Pernah juga waktu melakukan seleksi karyawan, dimana pesertanya tidak menyontek namun menghafal jawaban karena alat tes nya sudah diketahui.

Namun, jika anda sebagai calon karyawan atau calaon seleksi apapun dan berniat tes IQ, saya sangat menyarankan untuk tidak usah ataupun tidak perlu untuk mempelajari bahkan menghafalkannya. Hal ini karena tes IQ digunakan untuk mengukur kemampuan anda dalam merespon lingkungan secara efektif, walaupun di masyarakat sering di anggap untuk mengukur tingkat kepandaian seseorang. Untuk memiliki IQ tinggi, tidaklah bisa dipelajari sebagaimana anda ingin belajar matematika kemudian bisa mandapatkan nilai yang bagus ketika ujian. IQ walaupun bersifat dinamis (dapat berubah sesuai dengan usia dan respon terhadap lingkungan) ini adalah dibentuk mulai dari kecil dan merupakan manifestasi dari hasil belajar dengan lingkungan.

Pada dasarnya tes IQ yang digunakan sebagai tes psikologi ini ada beberapa macam diantaranya adalah Berupa soal perhitungan dan logika angka dan soal berupa bahasa dan logika bahasa. Dua hal itu yang menjadi konsep dasarnya, perkembangannya bisa menjadi soal yang bervariasi. Berita baiknya adalah kedua konsep dasar itu tidaklah perlu di pelajari, hal ini dikarenakan selama sekolah selalu diajarkan sehari-hari, makanya di awal saya menyebutnya sebagai manifestasi dari hasil belajar dengan lingkungan.
Masing-masing perusahaan bisa memiliki batas bawah persyaratan untuk masuk perusahaannya, namun berdasarkan literatur yang saya baca, untuk batas bawah perusahaan adalah IQ pada batas rata-rata normal, artinya yang diambil adalah batas rata-rata bawah, sebagai pengalaman saya pernah melakukan tes secara sendiri dalam satu projek lebih dari 150 orang, dari score yang saya dapatkan dan saya rata-ratanya hasilnya adalah angka 90 untuk norma alat tes yang saya pakai. Pada angka itu di norma adalah batas bawah rata-rata orang. Sedangkan dibawahnya adalah kecil sama juga yang diatasnya, seperti dalam ilmu statistika, bahwa yang paling banyak penyebarannya adalah pada titik rata-rata. Hal ini dapat diambil kesimpulan, bahwa untuk dapat lolos tes IQ adalah lebih mudah dibandingkan dengan tes lainnya, jika saya mengacu pada data statistik yang pernah saya analisa. Event begitu ada beberapa perusahaan yang mensyaratkan memiliki score yang tinggi, jika kondisinya demikian adalah, jika menggunakan teori pareto yakni 80% berbanding 20%, dimana kebanyakan orang ada pada 80% tersebut sedangkan yang diatasnya adalah 20%, oleh karena itu kalaupun anda belajar setengah mati, belajar dengan keras untuk mencoba mencoba menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan IQ untuk naik level adalah susah kecuali memang anda berada pada level 20% ini, artinya secara inteligensi memang anda diatas normal. Bisa juga anda masuk di 20% itu jika kondisinya alat tes yang anda pelajari sama dengan yang di teskan. Namun sekarang untuk perusahaan-perusahaan besar dalam mengukur IQ sudah menggunakan alat tes sendiri dan jika pun tidak akan menggunakan alat tes yang belum familiar di Indonesia.

Dapatkah IQ dinaikkan?

Pertanyaan lanjutannya adalah, apakah inteligensi itu dapat diubah atau di naikkan? Jawabannya bisa, namun hal ini adalah sebuah proses panjang, artinya melalui pendidikan yang panjang dari dini, itupun tidak menjamin dapat berubah tergantung pada kapasitas individu. Namun jika anda sudah pada usia dewasa atau remaja, kemungkinan kecil IQ akan berubah naik, secara teori IQ justru akan semakin menurun sejalan dengan usia berjalan. Khususnya dari dewasa ke manula.

Pelajaran yang dapat diambil adalah, tidak usah belajar berkaitan dengan tes ini, jika anda masih dalam masa sekolah atau kuliah, belajarlah yang lebih giat untuk pelajaran yang sekarang anda hadapi. Permasalahan berkaitan inteligensi dengan kesuksesan seorang dalam menjalankan pekerjaan banyak di teliti oleh ahli. Hasilnya memang IQ tidaklah menjadi sebuah faktor utama orang menjalankan pekerjaan, atau membuat kesuksesan karir seseorang dalam perusahaan. Namun IQ menjadi entri point untuk menjalankan tugas dasar dari sebuah pekerjaan tersebut, sedangkan yang lainnya ditunjang dari aspek lain.

Apakah orang yang memiliki IQ dibawah rata-rata selalu tidak di terima dan orang yang memiliki IQ lebih dari rata-rata selalu diterima di perusahaan ataupun intitusi lain? Jawabannya adalah tidaklah selalu, hal ini dikarenakan dalam tes di perusahaan ada banyak faktor yang dipertimbanga selain dari IQ. Oleh karena itu berita baiknya adalah jangan merasa minder jika anda sudah pernah mengetahui score IQ adalah dibawah rata, dan jangan pula sombong ketika anda memiliki score IQ diatas rata-rata. Pertimbangan lain yang biasa dilakukan diperusahaan selain IQ adalah faktor kepribadian dan juga faktor sikap kerja. Di masyarakat, orang menyebutnya good attitude, pertanyaannya adalah bagaimana membentuk kepribadian seseorang, sudah saya bahas di artikel Bagaimana cara membentuk kepribadian seseorang. Kemudian berkaitan dengan tes kepribadian sudah lengkap di bahas di Apa saja bentuk soal tes kepribadian psikologi itu?. Disini akan saya kemukakan berkaitan dengan tes psikologi kepribadian yang biasa diberikan ketika anda sedang tes di perusahaan. Tes kepribadian ini digunakan untuk memotret kecenderungan anda terhadap sesuatu, dan dalam analisanya kecenderungan-kecenderungan ini dikumpulkan dan di simpulkan, misalnya adalah anda memiliki tipe kepribadian yang ingin mendominasi lingkungan, mengarahkan orang namun kurang dapat bekerja sama dengan orang yang tidak memiliki kesamaan nilai.

Tes Kepribadian

Tes kepribadian banyak macamnya, namun konsep dasarnya adalah tes ini berusaha mendiskripsikan sikap yang khas anda dalam merespon lingkungan. Pembagiannya tergantung alat tesnya, bisa menjadi dua bagian, misalnya ekstrovert introvert, atau 4 bagian misalnya dominance, influence, steadiness dan compliance atau bisa juga menjadi 16 macam. Dari pembagian ini, nanti anda coba digolongkan menjadi satu satu atau dua sesuai dengan anda, kegunaan dari pembagian kepribadian ini jika konteksnya pekerjaan adalah, perusahaan berusaha untuk mencari yang memiliki job matching yang tinggi, artinya berusaha mencari tipe kepribadiaan yang cocok dengan pekerjaan yang sedang ditawarkan. Berbeda misalnya jika tes psikologi ini untuk pendidikan atau klinis, untuk tes psikologi ini digunakan dalam proses pembelajaran, berkaitan dengan potensi anak dan metode pembelajaran yang tepat. Sedangkan untuk klinis digunakan salah satunya untuk mengetahui hambatan yang dimiliki oleh individu tersebut atau untuk melakukan diagnosa gangguan kepribadian tertentu.

Kembali fungsi dari tes tersebut di dalam proses rekrutmen perusahaan, dimana dari ketiga aspek tersebut baik itu Inteligensi, kepribadian dan sikap kerja, kemudian dianalisa berdasarkan job yang ditawarkan, apakah sesuai atau tidak dengan individu yang di tes. Setelah lolos biasanya dilanjutkan tes lanjutan misalnya tes yang berkaitan dengan kompetensi managerial atau kompetensi teknikal. Setelah lolos, baru interview, yang bisa dari interview bagian HR atau langsung kepada user.


2 comments on “Mengenal Tes Psikologi

  1. Uswatun says:

    Setelah mengenal tes psikologi, apa yang dapat kita simpulkan untuk memiliki psikologi yang bagus? Perlukah mengikuti tes psikologi?

Leave a Reply