Menyikapi Keluarga yang Broken Home

December 17, 2014 | By admin | Filed in: Arsip Konsultasi Psikologi.
Menyikapi Keluarga yang Broken Home

Menyikapi Keluarga yang Broken Home

Nama: San
Email: Uxxxxxxha@gmail.com

Pertanyaan:

Konsultasi Selamat pagi… mas/mbak saya mau konsultasi tentang keluarga saya saya termasuk tergolong orang broken home saya bingung sama kehidupan keluarga saya yang sekarang ini, mereka kaya udah ga peduli sama anak2 kandungnya, kami anak kandungnya tetapi kami seperti kaya anak tiri, kami ditelantarkan begitu saja sama keluarga kami, kami bingung bingung harus bagaimana lagi, kami bingung apa yang harus kami lakukan Kenapa di dunia ini harus kata2 BROKEN HOME? dan kenapa BROKEN HOME harus dipandang sebelah mata sama masyarakat? kan mereka ga tau yang kami rasain! mereka hanya bisa melihat dari luar saja 🙁

Jawaban:

Memiliki keluarga yang sedang mengalami broken home memang tidak mudah, apalagi lingkungan ikut menjadi tidak kondusif dengan keadaan itu. Mau tidak mau, anda yang sebagai anak akan sedikit banyak terkena efeknya. Sebagai anak tentunya kan susah untuk bersikap diantara dua pihak yang sedang terjadi konflik, di sisi lain membutuhkan dan di sisi lain harus tidak berpihak. Terus bagaimana cara menyikapi keluarg yang broken home ini?

Keluarga sebagai sebuah pusat dari hubungan antara individu, besar pengaruh keluarga terhadap perkembangan anak maupun orang-orang yang didalamnya. Sejalan dengan waktu diantaranya ada yang mengalami hambatan dalam hubungan antara individu tersebut, bisa antara anak dengan orang tua, anak dengan anak, orang tua dengan orang tua maksudnya bapak dengan ibunya. Tentunya hambatan dalam hubungan ini pasti ada di setiap keluarga, Cuma yang menjadi masalah apakah hambatan atau masalah itu cepat selesai atau tidak.

Kenapa terjadi masalah atau problem ini terjadi? Banyak faktor yang mempengaruhi, namun sebagai gambaran problem ini muncul dikarenakan tidak adanya kesepakatan antara individu berkaitan tentang sesuatu. Kesepakatan ini tidak harus sama, namun kenapa kesepakatan ini sangat penting di dalam hubungan antar keluarga? Hal ini dikarenakan individu satu dengan lain akan memiliki perbedaan dalam merespon lingkungan. Even ketika dalam sebuah kelompok dalam hal ini keluarga makin kuat ikatannya maka akan semakin homogen respon terhadap lingkungannya. Jika terjadi perbedaan dalam respon terhadap lingkungan, maka antar individu dalam keluarga akan lebih mencari kesepakatan, dalam hal ini mereka akan mencoba mencari jalan keluar. Bagaimana caranya? Ada yang melalui diskusi, ataupun yang lain. Bahkan pertengkaran sekalipun pada dasarnya adalah respon individu dalam mencari kesepakatan, namun prosesnya yang menurut orang umum tidaklah bagus.

Terus bagaimana cara untuk menyikapi keluarga yang broken home? Jika sebagaimana anak, ada beberapa alternatif yang dapat anda pilih. Tunjukkan respon anda sebagai anak menjadi problem solver dan bukan problem maker, maksudnya anda punya pilihan untuk menunjukkan menjadi seorang yang salah satu individu yang selalu menjadi pemecah masalah dan bukan menjadi pembuat masalah. Sikap anda sebagai anak sedikit banyak akan juga mempengaruhi secara keseluruhan kondisi keluarga. Dengan bersikap tidak menambah masalah yang sudah ada, menunjukkan bahwa respon yang positif walaupun keluarga ada masalah. Terus bagaimana stigma lingkungan yang menyudutkan atau melabel anda sebagai anak korban broken home? Jika dalam lingkungan yang cenderung menggeneralisasikan sebuah fenomena, tidak harus larut dalam stigma tersebut akan membantu anda untuk melewatinya. Lingkungan cenderung akan memberikan stigma negatif terhadap anak yang broken home, entah kan menjadi trouble maker dilingkungannya baik itu di sekolah, persahabatan, kuliah atau dalam pekerjaan. Jika anda terinternalisasi dengan stigma itu bukan tidak mungkin orang tua tetap tidak selesai masalah dan anda menjadi bermasalah juga.

Selalu jugalah menghormati mereka walaupun barangkali sikap atau keadaan yang mereka ciptakan tidak membuat anda merasa senang atau bahagia, kondisi itu jika dalam hubungan normal, pastilah tidak akan diinginkan oleh kedua belah pihak, namun karena situasi maka kondisi anda menjadi sedemikian. Yang bisa menjadi konsen adalah bantulah orang tua untuk mencapai kesepakatan.

Jika dirasa perlu maka lakukan tindakan yang memungkinkan untuk mengembalikan atau membantu orang tua untuk mendapatkan kesepakatan, cara adalah dengan mengajak kedua belah pihak bertemu untuk membahas masalah yang dihadapi, sikap jujur dari masing-masing pihak akan membantu proses tersebut. Jika memungkin ajak saudara dekat yang lain, bantulah kedua orang dua untuk mendapatkan berbagai kemungkinan untuk mencapai kesepakatan itu. Terus apalagi? Jika menurut anda berguna juga, kumpulkan keluarga besar dan mintalah saran dan pendapat mereka, rangkum dan pilihlah beberapa alternatif, dan cobalah satu-satu. Jika hubungan orang tua begitu buruk dan anda tidak sendiri, artinya memiliki saudara, cobalah untuk menjadi penengah diantara mereka berdua, misalnya anda sebagai wakil dari Ibu anda, dan saudara anda sebagai wakil dari Ayah anda. Kemungkinan yang lain yang bisa dilakukan adalah mencoba untuk membantu mencapai kesepakatan dengan melibatkan keluarga besar, dengan masing-masing memiliki wakil. Jika memang kurang memungkin semua, minimal anda tidak menjadi seorang trouble maker di lingkungan anda karena keluarga yang ada masalah.


Leave a Reply