Simpan dan Sebarkan Informasi Uji Kompetesi Guru 2015

September 15, 2015 | By admin | Filed in: Waktu Senggang.

Surat Edaran Kementerian Pendidikan tentang Uji Kompetensi Guru tahun 2015Yes, barang kali ini menjadi sebuah berita gembira bagi guru, baik yang sudah tersertifikasi maupun yang belum tersetifikasi, terkait dengan surat edaran Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan bahwa akan di selenggarakan Uji Kompetensi Guru Tahun Ajaran 2015.

Dari Surat edaran tersebut disampaikan bahwa pertengahan bulan November 2015. Bagi yang berprofesi menjadi guru, silahkan di siapkan untuk menghadapi Uji Kompetensi Guru ini yang rencananya akan dilaksanakan baik secara online maupun offline tergantung dari kesiapan dari tempat uji kompetensi. Materi yang akan di ujikan adalah Kompetensi Pedagogik dan Kompetensi Profesional.

Pendidikan 1

Tujuan dari Uji Kompetensi Guru ini adalah sebagaimana yang disebutkan dalam edaran bahwa untuk memetakan kompetensi pedagogic dan professional dari guru. Sedangkan goal yang ingin di capai adalah rata-rata nilai kompetensi guru pada tahun 2019 sebesar 8.0, sedangkan aktual pada UKG tahun 2002 adalah 4.7.

Disini saya tidak akan membahas kisi-kisi atau latihan soal untuk UKG, namun ingin membahas yang lebih filosofis. Guru adalah sebuah profesi, oleh karena itu dalam menjalankan tugasnya maka akan disyaratkan baik itu standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru, ini dibahas tersendiri di dalam Peraturan menteri pendidikan nasional No 16 Tahun 2007.

Standar kualifikasi akademik inilah yang pertama harus di penuhi, misalnya untuk profesi guru ini minimal lulusan D IV atau S1, ini berlaku dari PAUD sampai dengan guru SMA. Oleh karena itu banyak Pemerintah berusaha mendorong semua guru untuk melanjutkan ke S1 dan juga banyak program-program bantuan pendidikan (Beasiswa) bagi yang akan melanjutkan studinya. Walaupun ini belum sepenuhnya merata dikarenakan banyaknya jumlah guru yang ada di seluruh Indonesia. Oleh karena itu jika memang diantara rekan-rekan dalam posisi menjadi profesi guru, belum bersertifikasi, belum menjadi PNS, hanya mendapatkan gaji yang dari BOS yang kadang jumlahnya tidaklah memadai, itu bukan karena pemerintah tidak peduli, namun dikarenakan keterbatasan kemampuan (anggaran) dari pemerintah. Event walaupun saya bukan seorang guru, tapi saya cukup memahami bagaimana kondisi profesi guru jika dalam kondisi yang tadi saya sebutkan.Pendidikan 2

Selanjutnya selain menjadi kualifikasi akademik, ada namanya kompetensi guru. Apasih urgensinya kompetensi tersebut untuk guru? Kompetensi mudahnya adalah skill, knowledge, attitude dan kecakapan yang dapat diukur guna menjalankan pekerjaan tertentu. Guru demikian pula, sebagai pekerjaan yang standar kompetensi guru. Apa saja sih yang disyaratkan pemerintah pada guru ini, yakni kompetensi pedagogic, sosial, professional dan kepribadian. Ini yang jamak tentunya sudah pernah disampaikan kepada guru-guru. Point utama yang perlu di catat adalah, semua kompetensi tersebut harus dapat diukur. Jika tidak dapat diukur maka itu bukanlah kompetensi.

Pemerintah pada Uji Kompetensi Guru ini hanya mengukur untuk kompetensi Pedagogik dan Profesional. Kenapa harus di ukur sih kompetensi ini? Kompetensi ini merupakan salah satu faktor performance dari guru dalam menjalankan tugasnya. Sederhananya bagaimana seorang guru tersebut dapat perform dalam mengajar tidak gurunya tidak kompeten. Walaupun dalam teori ada banyak faktor yang membuat seseorang itu memiliki performance yang tinggi dalam bekerja, namun kompetensi ini adalah salah satu modal dasar untuk mendapatkan guru yang memiliki kinerja yang tinggi.

Masing-masing guru tentunya memiliki kompetensi yang berbeda, oleh karena itu pemerintah dalam hal ini kementrian pendidikan memetakan kompetensi guru. Pemetaan ini untuk mendapatkan data yang akurat berkaitan dengan kompetensi guru yang diukur. Jika di tahun 2012 rata-rata nilai UKG adalah 4.7, bisa anda bayangkan sendiri bagaimana distribusi dan kesenjangan akan kompetensi guru di Negara kita ini cukup tinggi. Padahal untuk nilai standar UKG adalah 7. Secara angka, kita dapat bayangkan bagaimana kualitas guru kita secara keseluruhan.

Setelah di dapatkan gap yang cukup besar inilah, Kementerian Pendidikan memberikan pengembangan guru dengan harapan kompetensinya nantinya meningkat. Oleh karena itu tahun 2015 ini diukur lagi. Bentuk dari pengembangan ini adalah bisa pelatihan atau diklat baik secara tatap muka atau online jika memungkinkan. Dan tentunya akan berbeda untuk guru yang memiliki nilai tinggi dengan guru yang memiliki nilai rendah.school-teacher-148135_1280

Jika yang lulus sertifikasi, tentunya ada penghargaan secara nominal, oleh karena itu pemerintah menganggarkan lebih untuk guru yang sudah lulus sertifikasi. Tentunya banyak yang protes berkaitan dengan yang ini. Baik itu terkait dengan sistem pelaksanaan sertifikasi, persyaratan, ataupun kontrol dari kementrian pendidikan. Ada yang mengusulkan juga, kenapa tidak anggaran untuk pemberian penghargaan nominal ini bagi guru yang berkompeten dialihkan saja untuk guru honorer yang gajinya tragis. Barangkali ini yang banyak menjadi seolah-olah ketidak adilan. Apalagi mengingat jumlah PNS dan Non PNS yang sudah Sertifikasi jauh jika dibandingkan dengan Guru Honorer.

Hal ini perlu di luruskan, bahwa dalam pengembangan guru, harus ada pembeda baik itu yang berkompeten atau belum kompeten. Yang belum kompeten di kembangkan untuk menjadi kompeten, yang sudah kompeten ditingkatkan lagi nilainya. Oleh karena itu target Kementerian Pendidikan ingin menaikkan nilai Kompetensi Guru menjadi 8 pada tahun 2019. Logika sederhananya, apakah mungkin sebuah perusahaan akan membayar sama terhadap karyawan yang memiliki kompetensi yang berbeda? Tentunya tidak. Sertifikasi ini adalah bentuk pengakuan bahwa guru tersebut layak atau memenuhi syarat untuk menjadi guru. Apakah yang nilainya kurang tersebut dapat disebut belum berkompeten? Ya bisa, acuannya adalah bukan pintar atau bodoh, yang lain, namun kepada standar kompetensi guru yang disyaratkan tadi. Jadi jika banyak yang menggunjing bahwa guru si X padahal gini, gitu, dsb kok bisa lulus sertifikasi? Ya kalau persyaratan dan nilainya masuk ya tetap ybs adalah guru yang berkompeten. Terus yang belum bisa ikut UKG gimana dong? Ya itu artinya anda belum memenuhi syarat, walaupun kamu pintar. Sederhana kan.

Program sertifikasi guru ini menurut hemat saya adalah sudah sesuai konsep pengembangan karyawan yang selama ini saya geluti, walaupun banyak teknis yang harus dikontrol dan dikendalikan, misalnya berkaitan dengan proses peryaratan, fake data persyaratan, kualitas alat ukur kompetensi, dan penyusunan kompetensi. Namun secara alur development menurut saya sesuai. Guru baik itu PNS maupun Honorer disiapkan untuk memenuhi persyaratan ikut UKG, terus mengikuti UKG, hasilnya adalah Guru Tersertifikasi atau Guru belum tersertifikasi. Bagi yang belum tersertifikasi akan mendapatkan pelatihan dan diklat untuk memenuhi kompetensinya, sehingga apabila diadakan UKG lagi dapat lolos. Sedangkan jika guru sudah dinyatakan kompeten semua, maka tugas Kementerian Pendidikan adalah menaikkan nilai rata-rata dari kompetensi guru. Sehingga harapannya makin kompeten guru, akan menghasilkan peserta didik yang lebih berkualitas lagi. Bukan pekerjaan sederhana namun dengan sistem yang dibangun saat ini, saya fikir pendidikan di Indonesia akan semakin maju. Bravo Pendidikan Indonesia.


2 comments on “Simpan dan Sebarkan Informasi Uji Kompetesi Guru 2015

  1. Tri wulan says:

    sangat bermanfaat, semoga saya bisa dapet nilai yang maksimal

Leave a Reply