Social Oriented, Bisnis Setelah Pensiun itu Simple.

January 30, 2017 | By admin | Filed in: Renungan.

Bisnis setelah pensiun

Bisnis setelah pensiun memang menjadi bahan yang menarik untuk para karyawan, mau tidak mau pensiun adalah sebuah kata yang mungkin akan terjadi kepada anda. Baik pensiun dengan kehendak sendiri maupun karena usia yang sudah memasuki masanya. Walaupun ada jenis-jenis pensiun yakni pensiun dini, pensiun yang ditunda, pensiun normal dan pensiun karena ketidakmampuan untuk melaksanakan pekerjaan (cacat).

Persepsi tentang pensiun memang berbeda-beda, ada yang senang dan segera mengharapkannya sehingga mempunyai banyak waktu untuk keluarga ataupun keinginan untuk membuka usaha atau bisnis setelah pensiun. Namun ada pula yang sedih dan cemas, bayangan akan kelamnya pensiun, dimana tidak memiliki tabungan, ketakutan tidak memiliki aktivitas yang berarti dan juga bisa kecemasan tidak memiliki penghasilan yang tetap sebagai ketika menjadi karyawan.

Banyaknya persepsi berkaitan dengan masa pensiun ini menjadi pertanyaan tersendiri, berkaitan dengan administrative misalnya apa saja yang nanti didapatkan, semisal dana pensiun, besarannya berapa, berapa kali bisa diambil, batas usia pensiun ataupun yang lainnya.

Kesederhaan mengisi bisnis setelah pensiun

Penulis di awal Mei pulang ke kampung, dan sempat jalan-jalan menggunakan motor. Ketika motor kelihatan kekurangan bensin, maka saya coba untuk membeli bensin di pinggir jalan. Warung ini sederhana, hanya terlihat beberapa dagangannya, ada beberapa ibu-ibu yang berbincang-bincang dan sebuah tempat bensin di luar warungnya. Ketika penjual keluar, terdengar masih membawa isi pembicaraan yang isinya adalah “Kalau tidak begini kan tidak bisa tertawa, misalnya hanya di rumah terus, mending jualan, walaupun sedikit tapi bisa ketemu sama orang. Bisa ketawa bareng”. Ibu penjual ini perkiraan usianya lebih dari 50 tahun, kemungkinan besar adalah pensiunan. Ibu penjual ini mengisi waktu pensiunnya dengan berjualan.

Tujuan berjualan dari ibu ini terlihat bukan profit oriented namun social oriented. Baik profil maupun social ini sangat dibutuhkan oleh ibu tersebut dikarenakan jika tidak bertemu dengan orang maka beliau akan kesepian di rumah. Saya menimpali kepada ibu tersebut, menyampaikan bahwa “ Ya itu yang membuat orang bahagia bu, menambah umur. Bisa ketemu banyak orang”.

Ketika anda bekerja, tentunya setiap hari bertemu dengan orang, menghadapi konflik, bersosialisasi ataupun yang lainnya. Kelihatannya sepele, namun ini merupakan aktivitas wajib bagi makhluk sosial. Makhluk sosial selalu ingin dalam komunitasnya, berguna untuk komunitas dan berinteraksi dengan komunitasnya.

Dengan berdagang, maka kemungkinan untuk berinteraksi dengan banyak orang lebih banyak, aktivitasnya lebih banyak juga. Dengan social oriented ini, maka akan didapatkan pula profit oriented, namun menurut saya lebih banyak berguna yang social oriented. Berdagang juga memungkinkan anda untuk bisa mengatur dagangan, kulakan barang ataupun yang lainnya. Aktivitas ini tentunya akan berguna untuk orang yang pensiun. Kalau di rumah saja, atau uangnya di depositokan atau masuk ke pasar modal, maka akan menghilangkan aktivitas fisik dan sosialnya.

Bisnis setelah pensiun sebenarnya mudah, tergantung tujuan anda, apakah untuk profit oriented dengan membuka bisnis yang rumit dan membutuhkan effort yang tinggi atau memiliki aktivitas bisnis yang bisa mempertahankan kehidupan sosial sebagaimana ketika anda bekerja, sehingga tidak membuat anda post power syndrome ataupun nest empty.


Tags: , , , , ,

Leave a Reply